TVRINews, Jakarta
Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya penguatan sistem pengawasan dan pertahanan udara di kawasan Indonesia Timur guna mengantisipasi potensi ancaman terhadap kedaulatan wilayah nasional.
Sorotan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal, saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI ke Markas Komando Operasi Udara II Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.
Menurut Syamsu, luasnya cakupan wilayah yang menjadi tanggung jawab Koopsud II menuntut adanya sistem pemantauan ruang udara yang semakin modern dan terintegrasi. Ia menilai masih diperlukan peningkatan kemampuan deteksi untuk menutup celah pengawasan yang berpotensi dimanfaatkan pihak asing.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengatakan, pengamanan wilayah udara harus menjadi perhatian serius mengingat Indonesia Timur memiliki posisi strategis sekaligus wilayah pengawasan yang sangat luas.
"Kita tidak ingin ada lagi area pengawasan yang belum terjangkau secara optimal sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh pihak lain untuk memasuki wilayah udara Indonesia tanpa terdeteksi," ujarnya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Syamsu menilai modernisasi alat utama sistem pertahanan perlu terus dilakukan agar kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman dapat ditingkatkan. Menurutnya, sistem yang ada saat ini perlu diperkuat dengan teknologi pengawasan udara yang memiliki jangkauan lebih luas dan respons yang lebih cepat.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menegaskan, pengembangan sistem pertahanan udara tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas pengendalian dari darat, tetapi juga perlu didukung teknologi pemantauan udara yang lebih canggih.
"Ke depan, kita perlu mempertimbangkan penguatan teknologi seperti Airborne Early Warning and Control System agar pengawasan wilayah udara, khususnya di Indonesia Timur, dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh," katanya.
Selain pengawasan terhadap pesawat berawak, Syamsu juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perkembangan ancaman dari pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang semakin banyak digunakan dalam berbagai operasi.
Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menambahkan, kemampuan mendeteksi dan merespons ancaman udara harus terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi dalam menjaga kedaulatan negara.
"Kita tentu berharap ancaman itu tidak terjadi. Namun sebagai negara yang memiliki wilayah sangat luas, Indonesia harus selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu kedaulatan NKRI," pungkasnya.
Komisi I DPR RI menilai penguatan sistem pertahanan udara menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan nasional, terutama di kawasan strategis Indonesia Timur yang berbatasan dengan sejumlah negara dan jalur penerbangan internasional.










