TVRINews, Jakarta
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak mahasiswa dan civitas academica untuk bergabung dalam Program Campuspreneur yang diinisiasi Kementerian Perdagangan.
Budi menilai, lulusan kampus memiliki banyak kesempatan untuk menjadi pelaku usaha. Selain itu, peluang ekspor Indonesia masih terbuka lebar di tengah berbagai tantangan global. Mendag Busan pun mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha dan eksportir muda.
“Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur pun bersinergi dengan perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan, pendampingan, hingga penjajakan bisnis (business matching). Dengan demikian, terjalin sinergi menjaring produk potensial dari kampus untuk mengisi pasar dalam negeri maupun menembus ekspor,” kata Budi, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia menambahkan, peserta Campuspreneur terpilih juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Kemendag juga menyiapkan ruang promosi khusus bagi peserta Campuspreneur serta fasilitasi dalam program pitching atau business matching agar produk-produk inovatif hasil karya mahasiswa dapat bertemu langsung dengan ribuan pembeli mancanegara.
Budi menjelaskan sejumlah hasil fasilitasi ekspor yang dijalankan Kemendag. Contohnya, sepanjang 2025, Program Usaha Mikro Kecil Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) berhasil mencatatkan transaksi ekspor UMKM sebesar USD 134,87 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Sementara itu, pada periode Januari–Mei 2026, nilai transaksinya telah mencapai USD 193,88 juta.
“Sebagian pelaku usaha yang telah difasilitasi merupakan eksportir baru, belum pernah menembus pasar internasional. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha pemula, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar untuk memasuki pasar global,” ujarnya.
Kemendag juga konsisten membuka akses pasar ekspor melalui 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara. Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang agar produk Indonesia semakin mudah masuk ke pasar internasional.
Saat ini, Kemendag juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra dalam negeri, antara lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), serta platform digital seperti Shopee. Upaya ini untuk memperluas pemasaran produk UMKM di dalam negeri.
Program Campuspreneur diluncurkan secara serentak pada 2 April 2026 dan telah diikuti oleh 19 perguruan tinggi di Indonesia. Program Campuspreneur menghubungkan mahasiswa dengan berbagai fasilitas pengembangan ekspor seperti pelatihan ekspor, kurasi produk, business matching dengan peritel modern dan calon pembeli mancanegara, hingga partisipasi dalam pameran internasional.










