TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi gula maupun pemanis pengganti secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul isu viral produk pemanis Beeru Stevia yang diduga mengandung pemanis buatan yang tidak tercantum dalam label komposisi.
Budi mengatakan, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal.
"Memang gula ini kalau ketinggian bisa menyebabkan diabetes bisa kena stroke, bisa kena jantung, bisa kena masalah ginjal," kata Budi di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.
Hal serupa juga berlaku untuk penggunaan pemanis buatan. Menurut Budi, sejumlah jenis pemanis buatan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi. Adapun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) lebih memahami ketentuan terkait penggunaan pemanis tersebut.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk pangan serta minuman, Kementerian Kesehatan bersama BPOM dan mitra di Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) menyetujui penggunaan Nutri-level sebagai sarana edukasi publik.
Budi menyampaikan hal tersebut usai menghadiri The 2nd National Forum of the Indonesian Health Council 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan pada 28–31 Oktober 2026.
Forum bertema "Strengthening Competence and Professionalism to Enhance Patient Safety and Quality of Care" itu membahas penguatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan untuk meningkatkan keselamatan pasien serta kualitas pelayanan kesehatan.
Sebelumnya, produk Beeru Stevia menjadi sorotan setelah pemengaruh Dokter Detektif (Doktif) mengunggah hasil pengujian laboratorium independen terhadap produk tersebut.
Dalam hasil pengujian yang dibagikan, ditemukan kandungan pemanis sintetis berupa sukralosa dan neotam yang disebut tidak tercantum pada label komposisi kemasan. Pengujian tersebut juga menunjukkan kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel.
Menanggapi temuan tersebut, Beeru bersama perusahaan manufakturnya menghentikan sementara penjualan produk. Sementara itu, BPOM menyatakan tengah menelusuri isu terkait kandungan produk Beeru Stevia tersebut.










