TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kualitas udara di sejumlah titik pemantauan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, berada pada kategori tidak sehat akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa kualitas udara secara umum di Kalimantan Timur masih berada pada kategori sedang. Namun, kondisi berbeda terpantau di wilayah Sendawar dan tiga titik pemantauan di kawasan IKN yang menunjukkan kualitas udara tidak sehat.
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap kebakaran, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap gangguan pernapasan.
"Kualitas udara secara umum berada pada kategori sedang. Namun di Sendawar dan tiga titik pemantauan kami di IKN tercatat ada kualitas udara yang tidak sehat," ujar Berton dalam konferensi pers Informasi Bencana Terkini, Jumat, 30 Oktober 2026.
Ia meminta masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan asap dan abu akibat kebakaran.
"Tentu kami tetap mengimbau masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar sehingga dapat memproteksi diri dari ancaman abu ataupun asap dari api tersebut, terutama bagi kelompok yang rentan,"tandasnya.










