TVRINews, Jakarta
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah menghanguskan sekitar 1.410 hektare lahan hingga 30 Oktober 2026. Papua Selatan menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni mencapai 502 hektare.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan bahwa kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar kedua, yakni 295 hektare, disusul Sulawesi Tenggara 257 hektare.
Selanjutnya, luas lahan terbakar di Maluku mencapai 182 hektare dan Kalimantan Timur 174 hektare.
“Luas lahan terbakar sampai dengan hari ini kurang lebih 1.410 hektare. Sebaran terbesar berada di Papua Selatan 502 hektare, Sulawesi Tengah 295 hektare, Sulawesi Tenggara 257 hektare, Maluku 182 hektare, dan Kalimantan Timur 174 hektare,” ujar Berton dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 30 Oktober 2026.
Untuk mendukung penanganan karhutla, BNPB mengerahkan 58 pesawat dan helikopter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 unit merupakan armada BNPB dan 15 unit milik TNI, sementara sisanya berasal dari pemerintah daerah dan pihak swasta.
Pengerahan armada udara dilakukan untuk membantu pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah terdampak. Selain itu, BNPB juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca sebagai upaya mendukung penanganan karhutla.
BNPB terus berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait untuk mengendalikan kebakaran serta mencegah meluasnya area terdampak.










