TVRINews, Nusa Tenggara Barat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus meningkatkan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) hingga ke daerah. Langkah ini dilakukan agar informasi MKG dapat diterima masyarakat secara cepat, tepat, akurat, dan mudah dipahami.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam kunjungan tersebut, Faisal mendatangi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, serta Stasiun Geofisika Mataram. Kegiatan turut dihadiri Kepala Balai Besar MKG Wilayah III, Koordinator Provinsi BMKG NTB, para kepala UPT, dan jajaran pegawai BMKG di NTB.
Faisal mengatakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan BMKG. Seluruh pegawai diminta memahami visi organisasi sekaligus terus mengembangkan kompetensi.

“Setiap insan BMKG memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung organisasi. Karena itu, diperlukan keteladanan, semangat belajar, serta komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi agar layanan yang diberikan semakin berkualitas,” ujar Faisal dalam keterangan yang diterima tvrinews, Minggu, 30 Agustus 2026.
Selain peningkatan kapasitas pegawai, BMKG juga mendorong penguatan penyebaran informasi serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurut Faisal, informasi MKG harus dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pihak yang membutuhkan dalam mengambil keputusan.
“Diseminasi informasi dan kemitraan yang kuat menjadi kunci. Informasi yang kita hasilkan harus sampai kepada masyarakat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor,”jelasnya.
Ia mencontohkan pentingnya peran UPT BMKG di daerah dalam penanganan dan mitigasi bencana, salah satunya saat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada pertengahan Agustus 2026.
Kecepatan penyampaian informasi serta peringatan dini menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat menghadapi risiko bencana.
“UPT-UPT BMKG di daerah bekerja keras memastikan informasi dapat diterima masyarakat dengan cepat sehingga mendukung upaya mitigasi dan mengurangi risiko bencana,”ucapnya.
Faisal juga menyoroti pemanfaatan informasi MKG dalam mendukung berbagai sektor pembangunan. Salah satunya sektor transportasi, termasuk aspek keselamatan dalam penyelenggaraan ajang balap internasional di Sirkuit Mandalika, NTB.
Menurutnya, informasi kondisi cuaca yang akurat diperlukan untuk mendukung keputusan operasional dan mengantisipasi perubahan cuaca maupun peralihan musim.
“Informasi cuaca yang tepat sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan operasional, termasuk untuk menjamin aspek keselamatan. Informasi yang akurat dapat membantu mengurangi risiko akibat perubahan kondisi cuaca maupun peralihan musim,”tambahnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009, BMKG memiliki tugas mendukung berbagai sektor pembangunan yang memanfaatkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Pemanfaatan informasi tersebut mencakup transportasi, infrastruktur, energi dan sumber daya mineral, kesehatan, kemaritiman, pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup, pariwisata, hingga kebencanaan.
“Tugas BMKG sangat luas karena informasi yang dihasilkan digunakan untuk mendukung keselamatan transportasi, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembangan pariwisata dan pengurangan risiko bencana,”tegasnya.
Faisal menambahkan, informasi iklim kini semakin banyak digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan. Di antaranya memprediksi potensi peningkatan penyakit yang dipengaruhi kondisi iklim, mendukung pengelolaan peternakan dan pertanian, hingga membantu mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, BMKG terus mendorong peningkatan kapasitas UPT, termasuk penguasaan teknologi observasi dan sistem layanan. Penguatan tersebut dinilai penting untuk menjaga keandalan informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
“Keberhasilan BMKG merupakan hasil kerja bersama seluruh unit yang ada di Indonesia. Karena itu, penguatan UPT menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan MKG yang semakin andal dan berdampak bagi masyarakat,”tandasnya.
Melalui penguatan UPT, infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, serta kemitraan, BMKG menargetkan layanan informasi MKG semakin andal dan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung keselamatan, kesejahteraan, pembangunan nasional, serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana dan perubahan kondisi cuaca maupun iklim.










