
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Mobil taktis buatan anak bangsa, Maung Garuda MV3 dari PT Pindad (Persero), semakin dinantikan masyarakat luas, termasuk para figur publik. Kendaraan yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto ini tengah menjalani proses sertifikasi agar bisa digunakan oleh masyarakat sipil.
Salah satu yang antusias menunggu Maung dijual secara umum adalah Thayne Finsenda Lika, founder Dokter Mobil Indonesia, atau yang akrab disapa Koko Lung Lung. Ia menilai, mobil ini akan mendapat respons positif jika dipasarkan ke masyarakat.
"Kalau Pindad mau jual (Maung) di lokal dan menurut gua sebaiknya dijual di lokal, karena akan banyak yang beli," ujar Koko Lung Lung dalam kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, dikutip Minggu, 9 Maret 2025.
Koko Lung Lung menilai Maung memiliki daya tarik tinggi sebagai kendaraan sipil. Dengan tampilan gagah, bodi lapis baja, serta mesin 2.200 cc turbo, mobil ini dinilai punya spesifikasi unggulan.
"Keren sih mobil ini, ganteng, produksi dalam negeri. Kisaran harga menurut gua 400-500 juta," lanjutnya.
Ia juga membandingkan Maung dengan kendaraan lain di kelasnya. "Menurut gua murah kalau 500 juta, lu dapat Maung daripada cuman dapat Mitsubishi Pajero. Ini (Maung) mobil baja semua, dari bagian depan sampai belakang," tegasnya.
Selain Koko Lung Lung, selebriti Deddy Corbuzier juga mengaku siap membeli Maung jika sudah dijual untuk umum. Saat mengunjungi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/2/2025), Deddy menyatakan ketertarikannya secara langsung.
"Saya beli pakai uang sendiri saja," ujarnya.
Ia mengaku penasaran dengan spesifikasi Maung dan ingin tahu apakah kendaraan ini benar-benar bisa dimiliki masyarakat sipil.
"Sejak saya pertama kali kenal sama beliau (Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Prima Kharisma), pertanyaan saya pertama adalah dijual untuk sipil apa nggak?" kata Deddy.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza juga menyatakan siap membeli Maung dengan dana pribadi.
"Ya kalau sudah ada mobilnya kita pakai," ujarnya di Tangerang, Rabu (30/10/2025). "Kalau murah kita beli sendiri," imbuhnya saat ditanya apakah akan membeli Maung dengan dana APBN atau pribadi.
Saat ini, Maung Garuda MV3 masih diproduksi untuk kendaraan dinas para menteri serta telah diserahkan sebanyak 700 unit kepada TNI dan Polri.
Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Sigit Santosa, mengungkapkan bahwa banyak pejabat hingga tokoh masyarakat sudah menanyakan ketersediaan Maung untuk sipil.
"Luar biasa, pesanan cukup banyak yang masuk ke kami, para pejabat, tokoh-tokoh masyarakat sudah mulai menanyakan. Kami lakukan feasibility study terhadap market, dan juga kami akan lakukan sertifikasi ke Kemenhub untuk dipakai masyarakat sipil," ujar Sigit dalam kanal YouTube TV One News, Selasa (5/11/2025).
Ia menegaskan, Maung Garuda MV3 akan masuk ke niche market, tanpa bersaing langsung dengan agen pemegang merek (APM) otomotif besar di Indonesia.
"Kami ingin (harganya) kompetitif. Ini adalah niche market, kami tidak ingin berlawanan head to head dengan yang lain, kami ambil di tengah-tengah saja," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
