TVRINews, Surabaya
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meninjau pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tenaga Kesehatan Kloter dan Arab Saudi 1448 Hijriah/2027 Masehi di Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN) Surabaya, Senin, 31 Agustus 2026.
Untuk pertama kalinya, seleksi petugas haji tahun ini melibatkan BKN dalam pelaksanaan CAT. Keterlibatan tersebut dinilai menjadi langkah baru Kementerian Haji dan Umrah dalam meningkatkan proses rekrutmen petugas haji.
“Alhamdulillah hari ini kita memulai terobosan baru dalam rekrutmen petugas haji Indonesia untuk musim haji tahun 2027, di mana kami melibatkan BKN sebagai tim yang melakukan seleksi,”ujar Menhaj Irfan dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 31 Agustus 2026.
Irfan menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah memberikan gambaran mengenai kebutuhan serta kriteria petugas yang diperlukan. Sementara itu, tahapan seleksi dan pelaksanaan CAT disiapkan oleh BKN.
“Kami hanya menyampaikan harapan kami tentang calon-calon petugas yang kita harapkan dan semua diolah oleh teman-teman dari BKN,”tambahnya.
Ia menambahkan, kompetensi peserta nantinya akan disesuaikan dengan tugas yang akan dijalankan di Tanah Suci. Kompetensi tersebut mencakup pelayanan kepada jemaah, baik dalam kloter maupun selama menjalankan tugas di Arab Saudi.
“Kompetensi tergantung dengan tugas yang akan dibebankan kepada mereka di Tanah Suci nanti. Tugas di Tanah Suci maupun tugas di kloter nanti akan bisa disesuaikan dengan harapan kita yang kita sampaikan kepada tim dari BKN,” tuturnya.
Di Surabaya, sebanyak 633 peserta tercatat mengikuti seleksi CAT. Ujian dilaksanakan dalam empat sesi, dengan sesi pertama hingga ketiga masing-masing diikuti 160 peserta dan sesi keempat sebanyak 153 peserta. Dari total peserta terdaftar, sebanyak 618 peserta hadir mengikuti ujian.
Pelaksanaan CAT merupakan hasil kerja sama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur dengan Kantor Regional II BKN Surabaya. Dalam pelaksanaannya, Kemenhaj bertugas dalam kepanitiaan dan supervisi, sementara BKN memfasilitasi pelaksanaan CAT.
Saat meninjau proses seleksi, Menhaj didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur Mahmudi. Sementara dari Kanreg II BKN Surabaya hadir Ketua Tim Sistem Informasi dan Digitalisasi Luluk Budijati serta Kepala Bagian Tata Usaha Deny Setyawan.
Menhaj menilai pelaksanaan CAT di Surabaya berjalan dengan baik. Ia berharap proses seleksi tersebut dapat menghasilkan petugas haji yang memiliki kompetensi dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.









