TVRINews – Muara Bulian
Warga Binaan Bangun Rumah Layak Huni, Bukti Nyata Pemasyarakatan Berdampak
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi kembali menorehkan pencapaian strategis dalam mengejawantahkan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).
Melalui sinergi lintas sektoral bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batanghari, program renovasi rumah keenam resmi diserahkan kepada masyarakat.
Peresmian hunian layak tersebut dipusatkan di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari. Rumah yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan kini telah bertransformasi menjadi tempat tinggal yang aman dan manusiawi bagi Misro, seorang warga lokal yang sehari-hari bekerja sebagai penggembala kambing.
Aspek paling menonjol dari proyek kemanusiaan ini adalah kecepatan konstruksi serta pelibatan langsung para narapidana.
Sebanyak 10 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Kelas IIB Muara Bulian yang memiliki keahlian pertukangan dikerahkan secara khusus. Seluruh tahapan pembangunan diawasi secara ketat oleh petugas pemasyarakatan guna memastikan standar keamanan, ketertiban, serta efektivitas pembinaan tetap terjaga.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, Ilham Santoso, menerangkan bahwa inisiatif ini dirancang melampaui batas konvensional bantuan sosial semata. Program ini berfungsi sebagai instrumen rehabilitasi aktif yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk menguji serta mengaplikasikan keahlian vokasional mereka.

(Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian Ilham Santoso, (Kiri Berdiri) saat berdialog bersama warga penerima hunian layak (Foto: Kemenimipas))
"Program ini bukan sekadar membangun rumah yang layak huni, tetapi juga membangun harapan. Warga binaan diberi kesempatan mengimplementasikan keterampilan yang mereka miliki sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat." — Ilham Santoso, Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian
Ilham menambahkan bahwa keberhasilan penyelesaian proyek ini dalam tempo singkat tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pihak lembaga pemasyarakatan, BAZNAS Kabupaten Batanghari, pemerintah daerah, serta berbagai elemen pemangku kepentingan lainnya. Semangat gotong royong terbukti menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan.
Pandangan senada diungkapkan oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar. Menurutnya, program renovasi rumah ini merupakan manifestasi langsung dari instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang mendorong jajarannya untuk menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan publik.

(Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batanghari, Kolaborasi membuat program renovasi rumah keenam resmi diserahkan kepada masyarakat. (Foto: Kemenimipas))
"Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengarahkan seluruh jajaran untuk menghadirkan pemasyarakatan yang berdampak bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya membangun rumah layak huni, tetapi juga membangun harapan baru sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengimplementasikan keterampilan yang telah mereka peroleh selama mengikuti program pembinaan." — Irwan Rahmat Gumilar, Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi.
Irwan menggarisbawahi bahwa paradigma pemasyarakatan modern kini telah bergeser. Fokus pembinaan tidak lagi terbatas di balik tembok penjara, melainkan diukur dari sejauh mana kontribusi positif serta nilai tambah yang dapat diberikan kepada masyarakat luas melalui reintegrasi sosial yang efektif.
Ia turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk BAZNAS dan pemerintah daerah, atas komitmen bersama dalam merawat kepedulian sosial.
Capaian pembangunan rumah keenam di Kabupaten Batanghari ini menandai konsistensi Kanwil Ditjenpas Jambi dalam mengeksekusi visi strategis kementerian. Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, institusi pemasyarakatan membuktikan kapasitasnya sebagai agen perubahan sosial yang aktif membangun kepercayaan publik serta meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu secara berkelanjutan.









