TVRINews, Jakarta
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka telah menerima kedatangan lima tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Rabu, 9 September 2026 kemarin. Di mana, pada pertemuan tersebut para mahasiswa memperkenalkan beragam inovasi teknologi kepada Wapres Gibran.
Inovasi tersebut mencakup kecerdasan buatan (AI) untuk sektor energi, sistem pemeliharaan alat berat, drone pemantau kualitas udara, kendaraan darat tanpa awak, hingga teknologi prediksi dan mitigasi banjir.
Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran mengapresiasi kreativitas para mahasiswa dan mendorong agar inovasi yang dikembangkan dapat terus disempurnakan serta diperluas pemanfaatannya melalui kolaborasi dengan dunia industri.
Salah satu inovasi yang dipresentasikan adalah EagleSense, sebuah sistem pemantauan kualitas udara berbasis drone. Anggota tim, John Chritabel Fausta Silalahi, menjelaskan bahwa drone tersebut dipadukan dengan kit box berisi lima sensor untuk mengukur berbagai parameter kualitas udara secara real time.
“Kami mengintegrasikan drone dengan sebuah kit box sensor. Di dalam kit box sensor tersebut terdapat lima sensor yang akan mengukur kualitas udara,” ujar John kutip laman akun YouTube Setwapres pada Kamis, 10 September 2026.
Sementara itu, tim Kilatsoon menghadirkan platform kendaraan darat tanpa awak (Unmanned Ground Vehicle/UGV) yang bersifat modular. Menurut anggota tim, Muhammad Fikri Al Farisi, satu platform dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemotongan rumput hingga membajak lahan pertanian.

“Platform yang awalnya untuk green space maintenance kini bertransformasi menjadi platform modular Unmanned Ground Vehicle. Satu platform dapat melakukan banyak fungsi sekaligus,” jelas Fikri.
Ia menambahkan, salah satu lini produk yang tengah dikembangkan difokuskan untuk membantu petani palawija melalui modul pembajak tanah bertenaga listrik.
Selain itu, mahasiswa ITB juga memperkenalkan Cofre Mobile App, sebuah platform AI pendamping kuliner (AI food companion) yang terintegrasi dengan media sosial. Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung gaya hidup Generasi Z sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan usahanya.
Di sektor energi, tim INTV (Innovation Intervention Machine Learning) memanfaatkan teknologi machine learning untuk membantu perusahaan migas menentukan sumur yang paling layak menjalani workover intervention.
“Machine learning ini digunakan untuk menentukan sumur mana yang memiliki opportunity cost terbaik sehingga menjadi prioritas untuk direnovasi,” terang perwakilan tim, Ghazy Urbayani.
Mahasiswa lainnya turut memamerkan Computerized Maintenance Management System (CMMS), sebuah sistem digital yang dirancang untuk mengelola pemeliharaan aset dan peralatan berat di berbagai sektor industri.
Sementara pada bidang kebencanaan, tim Noah AI mengembangkan sistem cerdas yang mampu memprediksi sekaligus memitigasi potensi banjir di Indonesia melalui analisis data berbasis AI.
Melalui berbagai inovasi tersebut, ITB menunjukkan kontribusi generasi muda dalam menghadirkan solusi teknologi bagi tantangan nasional, mulai dari lingkungan, pertanian, industri, energi, hingga penanggulangan bencana.










