TVRINews, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan zakat serta program pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Pertemuan tersebut membahas evaluasi sekaligus penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) untuk mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi PMI. Pada kesempatan yang sama, KP2MI juga menyerahkan donasi simbolis sebesar Rp100 juta melalui BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan peran BAZNAS dalam menghimpun, mengelola, dan mendayagunakan dana ZIS yang ditujukan bagi kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
"Secara umum ada dua hal besar, satu adalah kerja sama dan dukungan bagi kami dalam melaksanakan tugas mobilisasi, mengelola, dan mendayagunakan zakat, infak, sedekah dengan subjek khusus yakni para pekerja migran ini," kata Sodik Mudjahid dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 29 Juli 2026.
Selain pengelolaan zakat, BAZNAS juga menyiapkan dukungan pembiayaan bagi calon PMI yang sedang mengikuti pelatihan sebelum diberangkatkan ke negara tujuan. Program tersebut turut dilengkapi dengan bantuan beasiswa pendidikan dan pelatihan kewirausahaan bagi keluarga PMI yang berada di Indonesia.
"Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas kerja sama dengan BAZNAS dalam membangun sistem perlindungan dan pemberdayaan yang menyeluruh bagi PMI beserta keluarganya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mencakup optimalisasi bantuan darurat, penyediaan skema pembiayaan penempatan, hingga pelatihan kewirausahaan bagi purna-PMI agar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke Tanah Air.
"Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki," tutur Mukhtarudin.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI dan pejabat KP2MI sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia melalui pengelolaan zakat yang lebih optimal dan berkelanjutan.









