TVRINews – Jakarta
Realisasi Penanaman Modal Asing mencapai Rp250 triliun pada kuartal pertama 2026, membuktikan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.
Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dunia, Indonesia mencatatkan performa investasi yang solid pada awal tahun ini.
Data terbaru dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa kepercayaan investor mancanegara tetap kuat, dengan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) menyentuh angka Rp250 triliun sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.
Angka tersebut merepresentasikan lebih dari separuh, tepatnya 50,1 persen, dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp498,8 triliun pada triwulan pertama. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan investasi asing yang konsisten dalam lima tahun terakhir.
Juru Bicara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriandi, menekankan bahwa investasi langsung (FDI) merupakan indikator yang lebih mencerminkan keyakinan jangka panjang dibandingkan volatilitas pasar keuangan.

Juru Bicara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dendy Apriand (Foto: Bakom RI)
"Menarik investasi bukanlah pekerjaan yang mudah di tengah situasi geopolitik global saat ini. Data menunjukkan investor asing tetap tertarik berinvestasi di Indonesia. Hal ini tercermin dari realisasi investasi yang terus tumbuh," ujar Dendy dalam keterangan resminya yang dikutip Rabu 1 Juli 2026
Dalam analisis data historis yang dirilis kementerian, pertumbuhan PMA menunjukkan kenaikan bertahap: dari Rp147,2 triliun pada kuartal pertama 2022, hingga mencapai angka Rp250 triliun di kuartal pertama 2026.
Sejumlah negara tercatat sebagai kontributor utama, dengan Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang menempati posisi lima besar asal investasi.
Selain nilai nominal, pemerintah menyoroti dampak ekonomi riil yang dihasilkan dari aliran modal tersebut. Sektor-sektor strategis yang menjadi fokus hilirisasi dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menggerakkan roda ekonomi domestik.
Dampak nyata bagi sektor ketenagakerjaan juga cukup signifikan. Berdasarkan laporan kementerian, realisasi investasi pada kuartal pertama tahun ini berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.
Menghadapi tantangan global ke depan, Dendy menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membenahi ekosistem investasi melalui penyederhanaan birokrasi perizinan dan penguatan regulasi hilirisasi.
"Investasi hari ini menentukan masa depan generasi selanjutnya. Karena itu, mari bersama-sama menjaga iklim investasi yang semakin ramah bagi investor agar investasi terus tumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Dendy.
Stabilitas arus investasi ini menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi Indonesia tahun 2026, di tengah upaya pemerintah mempertahankan daya saing di pasar internasional melalui agenda hilirisasi yang berkelanjutan.










