TVRINews, Jakarta
Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) memastikan akan menayangkan Piala Dunia 2026 secara gratis sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengatakan penayangan Piala Dunia secara free to air merupakan “hadiah” dari Presiden Prabowo Subianto untuk rakyat Indonesia.
"Negara hadir di mana Piala Dunia ini merupakan 'hadiah' dari Presiden Prabowo, di mana memberikan kegembiraan kepada masyarakat untuk menonton siaran Piala Dunia secara gratis melalui TVRI," ujar Iman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu, 28 Januari 2026.
Iman menjelaskan, terdapat tiga narasi utama dalam penyiaran Piala Dunia 2026 oleh TVRI. Pertama, sebagai sarana diseminasi program pemerintah, termasuk sosialisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah melalui konten siaran maupun kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai wilayah Indonesia.
Kedua adalah memberikan hiburan dan akses informasi bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Diharapkan bagi masyarakat yang terdampak bencana akan menemukan semangat untuk bangkit menuju pemulihan," ucap Iman.
Kemudian, berkaitan dengan penguatan ekonomi lokal melalui kegiatan nobar yang melibatkan pelaku UMKM. Menurut Iman, Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah.
"Kemudian juga ada nobar UMKM gratis, jadi ajang Piala Dunia ini menjadi momen untuk menggerakkan perekonomian lokal," ujarnya.
Rapat dengan Komisi VII ini dihadiri oleh Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno; Dewan Pengawas Agnes Irwanti, Agus Sudibyo, Danang Sangga Buwana, Hardly Stefano Fenelon Pariela, serta Sifak.
Turut hadir Direktur Program dan Berita Arif Adi Kuswardono, Direktur Teknik Bernardus Satriyo Dharmanto, Direktur Umum Rika Damayanti, Direktur Keuangan Raden Sarjono, dan Direktur Pengembangan dan Usaha Retno Wulan K. Purbodjati, beserta jajaran lainnya.










