TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan tinggi dan riset untuk mendukung pengembangan talenta pada sektor teknologi strategis dengan Pemerintah Brasil. Di mana, pada kesempatan tersebut keduanya membahas terkait pengembangan semikonduktor, kedirgantaraan (aerospace), dan biofuel yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung daya saing kedua negara di masa depan.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Deputy Chief of Mission Brasil untuk Indonesia, Rodrigo Alexandre Oliveira de Carvalho, serta perwakilan State University of Campinas (Unicamp).
Dalam pertemuan itu, Indonesia menyambut positif komitmen Brasil untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan dan penelitian.
“Kami sangat senang melihat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Brasil yang terus berkembang dengan baik. Kami berharap kolaborasi antara Unicamp dan perguruan tinggi di Indonesia dapat terus berlanjut dan menghasilkan kerja sama yang lebih produktif serta memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Brian dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Di mana, salah satu bentuk kerja sama yang tengah disiapkan adalah kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan pascasarjana di Brasil. Unicamp menyatakan kesiapannya menerima hingga 10 mahasiswa Indonesia pada bidang semikonduktor dan sirkuit terpadu melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Program tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan tenaga ahli di sektor teknologi tinggi yang diproyeksikan menjadi penggerak industri masa depan.
Selain pengiriman mahasiswa magister dan doktoral, kedua pihak juga membahas peluang pembentukan program gelar ganda (double degree) serta peningkatan kerja sama penelitian antarperguruan tinggi.
Brian menilai skema tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan kapasitas akademik dan riset di kedua negara.
“Saya pikir ini akan sangat baik. Profesor dari Indonesia dan Brasil dapat menjadi pembimbing bersama, dan kami juga dapat mengirim dosen untuk melakukan riset bersama di Brasil,” katanya.
Tak hanya sektor semikonduktor, pembahasan juga mencakup kerja sama pada bidang aerospace dan biofuel. Pemerintah Brasil menyampaikan tengah menjalin komunikasi dengan berbagai institusi pendidikan dan industri strategis untuk mendukung pengembangan talenta Indonesia pada kedua sektor tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Indonesia dan Brasil juga membahas percepatan penyelesaian perjanjian kerja sama bilateral di bidang pendidikan. Kesepakatan itu nantinya diharapkan menjadi landasan bagi berbagai program bersama, mulai dari mobilitas mahasiswa dan dosen hingga pengembangan riset kolaboratif.
Melalui inisiatif tersebut, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak talenta Indonesia yang memperoleh akses ke pendidikan dan riset kelas dunia, sekaligus memperkuat kemampuan nasional pada bidang-bidang teknologi yang menjadi prioritas pembangunan masa depan.










