TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat jika pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dinilai mengalami peningkatan dari sisi transparansi dan integritas. Hal tersebut, diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.
Ia menuturkan, jika proses seleksi tahun ini berjalan lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di mana, jumlah peserta mencapai 871.496 orang.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika angka tersebut menunjukkan tren kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi indikator tingginya minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Animo peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menjadi sinyal positif bahwa semangat anak-anak muda Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi semakin kuat,” ujar Brian pada Senin, 25 Mei 2026.
Ia menyebut, jika peserta SNBT tahun ini didominasi lulusan SMA, disusul SMK dan Madrasah Aliyah. Menurutnya, kondisi ini menjadi modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.
Di sisi lain, pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari lebih dari 251 ribu pendaftar, sebanyak 86.118 peserta ditetapkan sebagai calon penerima bantuan.
Brian menegaskan bahwa penyaluran bantuan kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar lebih tepat sasaran.
“Melalui pemanfaatan DTSEN, bantuan pendidikan diharapkan benar-benar menjangkau mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan,” jelasnya.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menambahkan bahwa pengawasan selama ujian diperketat dengan pemanfaatan teknologi, seperti metal detector, face recognition, serta analisis berbasis kecerdasan buatan.
Selain itu, pengacakan jadwal dan lokasi ujian juga diterapkan untuk meminimalkan potensi kecurangan.
Menteri Brian kembali menegaskan bahwa integritas menjadi prinsip utama dalam sistem seleksi nasional.
“Pendidikan adalah fondasi masa depan. Karena itu, kami tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran dalam proses seleksi ini,” tegasnya.
Dengan berbagai penguatan tersebut, pemerintah berharap sistem seleksi masuk perguruan tinggi semakin kredibel, adil, dan mampu memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh peserta di Indonesia.










