TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus menekankan pentingnya percepatan transformasi pendidikan tinggi agar lebih adaptif, berdampak, dan mampu bersaing secara global.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan jika transformasi tidak cukup hanya melanjutkan program yang sudah ada, tetapi harus diiringi dengan pendekatan baru yang lebih progresif.
Hal tersebut, diungkapkan saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Wakil/Pembantu Rektor II PTN se-Indonesia yang membahas penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Dalam forum tersebut, ia menyoroti peran strategis WR II dalam memastikan pengelolaan institusi berjalan efektif, akuntabel, dan inovatif.
“Kami berharap ke depannya kemajuan-kemajuan itu harus bergerak cepat, tentu dibutuhkan langkah-langkah yang tidak hanya mengikuti program-program tahun sebelumnya, tetapi harus ada pendekatan-pendekatan yang baru,” ujar Menteri Brian pada Senin, 25 Mei 2026.
Tak hanya itu, ia menerangkan bahwa penguatan tata kelola menjadi kunci dalam mendorong perubahan di perguruan tinggi, termasuk dalam aspek pengelolaan anggaran, sistem perencanaan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Selain itu, Menteri Brian juga menekankan pentingnya sistem layanan kepegawaian yang lebih proaktif agar dosen dapat fokus pada tugas utama, yakni pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menuturkan, jika percepatan kenaikan jabatan akademik dosen turut menjadi perhatian. Selain itu, ia juga mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan sistem pendampingan yang terstruktur sehingga pengembangan karier dosen dapat berjalan lebih terarah sejak awal.
Dalam aspek pengembangan SDM, perguruan tinggi diminta memberikan ruang lebih besar bagi dosen muda melalui pelibatan dalam tim strategis, dukungan riset, serta peningkatan kapasitas dan kesejahteraan secara bertahap.
Menteri Brian menegaskan bahwa forum WR II merupakan ruang penting untuk memperkuat sinergi dan melahirkan inovasi tata kelola di lingkungan perguruan tinggi.
“Forum WR II ini merupakan jantung perguruan tinggi. Sehingga kinerja bapak-Ibu sekalian sangat dinantikan oleh seluruh entitas, sivitas akademika. Silahkan membuat terobosan-terobosan, inovasi-inovasi, dan yang lain-lainnya,” tegasnya.
Melalui forum ini, ia berharap agar kolaborasi antarperguruan tinggi semakin kuat dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.










