TVRINews, Yahukimo
Satgas TNI lumpuhkan kelompok OPM Kopitua Heluka setelah pasukan Detasemen 3 Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 3 Marinir Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III terlibat kontak senjata dengan sedikitnya 15 orang anggota TPNPB OPM di Camp Biru, Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kontak senjata tersebut berawal dari informasi intelijen yang diberikan Satgas Mandala, di mana pasukan Satgas Yonif 3 Marinir dan Satgas Rajawali V segera menelusuri jejak kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka hingga menemukan keberadaan mereka di sekitar Kali Senami.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa sebelum kontak senjata terjadi, personel Satgas TNI sudah terlebih dahulu melakukan upaya persuasif dengan meminta kelompok OPM menyerah serta meletakkan senjata, namun ajakan damai tersebut dibalas dengan tembakan senjata api secara membabi buta ke arah pasukan TNI.

(Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto. [Foto: Koops TNI Habema])
Setelah terlibat kontak senjata selama 45 menit, pasukan Satgas TNI berhasil memukul mundur 15 orang anggota TPNPB OPM pimpinan Kopitua Heluka yang kemudian melarikan diri ke dalam belantara hutan di Distrik Dekai.
Letjen TNI Lucky Avianto menyebut Kopitua Heluka merupakan pimpinan TPNPB OPM yang dikenal sadis dan bengis karena kerap melakukan penyiksaan di luar batas kemanusiaan sebelum menghabisi nyawa korbannya, serta merupakan buronan yang berhasil melarikan diri dari Lapas Kelas 2B Wamena pada 25 Februari 2025.
Usai kontak senjata, pasukan Satgas TNI melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan menemukan sebuah gubuk yang dijadikan tempat persembunyian kelompok OPM tersebut.
Dari hasil penyisiran di dalam gubuk, petugas mengamankan 7 pucuk senjata api yang terdiri dari 2 pucuk senjata laras pendek dan 5 pucuk senjata laras panjang, puluhan butir peluru tajam, 2 teleskop, beberapa bilah senjata tajam, serta selembar bendera Bintang Kejora.

(Foto: Koops TNI Habema)
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto kembali menyampaikan imbauan terbuka agar kelompok penentang negara tersebut menyudahi aksi kekerasan dan kembali ke masyarakat.
“Saya mengimbau sekaligus mengajak pimpinan, anggota, dan simpatisan OPM yang masih berada di hutan untuk segera menyerah, letakkan senjata, dan kembalilah ke pangkuan Ibu Pertiwi untuk bersama membangun Papua,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto dalam keterangannya, Sabtu 7 November 2026.
Meski mengedepankan ajakan damai, Pangkogabwilhan III memberikan penegasan terkait batas toleransi terhadap aksi bersenjata OPM di lapangan.
“Namun apabila OPM tidak mengindahkan upaya persuasif yang senantiasa didahulukan TNI dalam menangani OPM, kami pastikan pasukan tidak akan segan mengambil tindakan tegas yang terukur berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku sesuai Rules of Engagement,” tegasnya.
Tindakan lapangan Satgas TNI di wilayah Papua ditegaskan akan terus berlandaskan pada perlindungan serta keselamatan warga sipil.
“Pasukan Satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III tidak akan ragu sedikit pun untuk mengambil tindakan tegas ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya kondisi mendesak, mengingat prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto yakni keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi senantiasa menjadi pedoman TNI dalam menghadapi kekejian OPM,” pungkasnya.










