TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam program revitalisasi sekolah agar mengelola dana bantuan secara transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan, tidak boleh ada penyalahgunaan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut.
Pesan itu disampaikan Abdul Mu'ti saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Percepatan Pelaporan Progres Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Menurut Abdul Mu'ti, program revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan gedung, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan serta menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan bahwa dana revitalisasi merupakan uang rakyat yang harus digunakan sesuai peruntukannya.
"Pak Presiden menekankan, jangan ada satu rupiah pun uang rakyat yang dikorupsi. Karena revitalisasi ini adalah dana rakyat yang diamanahkan kepada kita semua untuk digunakan sebagai sarana memperbaiki kualitas dan sarana pendidikan," kata Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 6 November 2026.
Abdul Mu'ti menjelaskan, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari jumlah bangunan sekolah yang selesai diperbaiki atau dibangun. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan perbaikan fasilitas pendidikan memberikan dampak terhadap motivasi belajar murid, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta meningkatkan kualitas pembelajaran.
Karena itu, seluruh pihak diminta bertanggung jawab dalam setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari pembangunan fisik hingga penyusunan laporan administrasi dan pertanggungjawaban keuangan.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan anggaran harus dilaporkan secara benar sesuai ketentuan. Sebab, pelaksanaan kegiatan yang baik tetap dapat menimbulkan persoalan apabila tidak disertai laporan administrasi yang tepat.
"Karena dalam konteks administrasi negara, hal yang baik tentu harus kita laporkan dengan benar. Sesuatu yang baik kalau laporannya salah, itu akan menjadi salah," jelasnya.
Terkait efisiensi anggaran, Abdul Mu'ti menyebut keterlibatan masyarakat melalui semangat gotong royong dapat membantu menghemat biaya pembangunan. Namun, setiap penggunaan anggaran tetap harus dilaporkan secara transparan dan mengikuti prosedur yang berlaku.
Apabila terdapat sisa anggaran atau perubahan kebutuhan pembangunan, penggunaannya harus terlebih dahulu dikonsultasikan dengan pihak terkait.
“Apabila terdapat sisa anggaran atau perubahan kebutuhan pembangunan. Penggunaan dana harus dikonsultasikan dengan pihak terkait dan mengikuti mekanisme yang berlaku,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pencatatan terhadap setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk dukungan dana tambahan, agar seluruh pelaksanaan program sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain itu, Abdul Mu'ti secara khusus mengingatkan agar dana revitalisasi tidak digunakan untuk kepentingan pribadi. Praktik penggelembungan harga maupun manipulasi nilai pembelian barang juga dilarang.
"Barang yang sebenarnya bisa dibeli dengan harga Rp400 ribu, tetapi dibelikan dengan harga Rp500 ribu. Hal seperti ini tidak boleh terjadi," tegasnya.
Abdul Mu'ti turut meminta pengawas, fasilitator, konsultan, dan seluruh pihak terkait menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Konsultan diharapkan tidak sekadar hadir secara formal, tetapi juga aktif memberikan arahan, memantau pekerjaan, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Ia berharap program revitalisasi sekolah dapat menjadi warisan kebaikan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui perbaikan fasilitas pendidikan, sekolah diharapkan menjadi lebih layak dan representatif sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang berkualitas serta pembentukan karakter murid.
"Semoga ini menjadi bagian dari legasi, menjadi bagian dari cerita baik yang dikenang oleh masyarakat karena sekolah-sekolah menjadi semakin baik dan semakin representatif untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang berkualitas," pungkasnya.










