TVRINews, Jawa Tengah
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong pengembangan talenta lokal di Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, agar mampu menembus industri kreatif digital. Upaya ini dilakukan melalui Program Aktivasi Desa Kreatif yang menghadirkan pelatihan, pendampingan, hingga penguatan akses pasar bagi masyarakat.
Program tersebut menjadi langkah pemerintah dalam membuka peluang bagi generasi muda di desa untuk mengembangkan potensi kreatif, menghasilkan karya, serta memperoleh penghasilan secara mandiri tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Salah satu peserta, Yudi, yang berprofesi sebagai pembuat konten dan afiliator digital, mengaku mendapatkan wawasan baru melalui Workshop Konten Digital yang diselenggarakan Kementerian Ekraf. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku industri kreatif di desa untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas jaringan profesional.
"Luar biasa sekali rangkaian acara Aktivasi Desa Kreatif yang menambah insight kepada kami. Mudah-mudahan ke depan ada tingkat selanjutnya karena pelatihan konten digital harus menjangkau materi lebih dalam. Harapannya, bakal ada pelatihan yang lebih advance dan bisa dijembatani untuk bertemu dengan afiliator-afiliator dari Jakarta," ujar Yudi dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Selasa, 3 November 2026.
Pengembangan industri kreatif digital di desa juga dinilai mampu memberikan peluang kemandirian ekonomi bagi generasi muda. Selain meningkatkan pendapatan, kesempatan tersebut memungkinkan mereka tetap berkarya dan membangun masa depan di daerah asal.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menegaskan, pembangunan ekonomi kreatif berbasis desa harus dimulai dengan memperkuat potensi yang telah dimiliki masyarakat. Hal ini mencakup pengembangan talenta lokal, penguatan jenama daerah, serta peningkatan nilai tambah produk kreatif.

"Kementerian Ekraf melihat banyak sekali desa-desa di Kebumen yang mempunyai potensi ekonomi kreatif dan sudah dibina oleh pemerintah daerah. Arahan Presiden adalah jangan hanya membangun desa yang baru, tetapi perkuat dukungan untuk talenta-talenta yang luar biasa, ragam jenama lokal, serta produk-produk industri kreatif dari berbagai desa," kata Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Selasa, 3 November 2026.
Di Desa Adiluhur, penguatan kapasitas masyarakat dilakukan melalui lima bidang pelatihan, yakni sulih suara (voice over), konten digital, penyiaran, literasi bisnis, serta jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pada pelatihan sulih suara dan penyiaran, peserta dibekali kemampuan mengolah vokal, teknik bercerita (storytelling), hingga public speaking bersama praktisi industri, Iqbal Fais, Head Officer Voice People Jogja.
Sementara itu, pelatihan literasi bisnis memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai manajemen, pengelolaan keuangan, serta strategi mengakses sumber pembiayaan. Adapun melalui Program Sinergi Inkubasi Akselerasi dan Penguatan (SIAP) Talenta Jasa TIK, peserta didorong membangun reputasi dan citra profesional agar mampu menjangkau klien berskala nasional.
Kementerian Ekraf merancang Program Aktivasi Desa Kreatif secara berkelanjutan di 80 desa di seluruh Indonesia. Program ini mencakup penguatan kapasitas, pendampingan intensif, inkubasi bisnis, hingga fasilitasi akses pasar nasional maupun global.
Riefky optimistis pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi generasi muda.
"Ekonomi kreatif di berbagai daerah sudah terbukti menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi. Apalagi saat ini banyak kegiatan ekonomi kreatif digerakkan generasi Z dan milenial. Kita ingin kreativitas dari desa bisa memberikan penghasilan yang layak, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi daerah, dan berkontribusi terhadap PDRB," ucap Riefky.
Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah turut menyambut kolaborasi Kementerian Ekraf dalam pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, Kabupaten Kebumen memiliki beragam potensi, mulai dari kuliner, kriya, pariwisata, hingga seni dan budaya yang perlu didukung peningkatan keterampilan serta akses pasar.
"Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Kebumen sangat beragam, mulai dari produk kuliner, kriya, pariwisata, hingga seni dan budaya. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan peningkatan keterampilan dan akses pasar, ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah," ungkap Zaeni.
Melalui Program Aktivasi Desa Kreatif, Kementerian Ekraf bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan berupaya memastikan talenta lokal mampu berkembang, memiliki daya saing, serta berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi baru dari desa.









