TVRINews, Jakarta
Pemerintah berencana melanjutkan relokasi warga yang masih tinggal di bantaran rel kereta api ke hunian sementara (huntara). Sejumlah kawasan, termasuk wilayah utara, selatan, hingga Manggarai, tengah didata untuk menjadi sasaran relokasi berikutnya.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengatakan relokasi lanjutan tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menata permukiman warga di sekitar jalur kereta api.
"Ada beberapa lokasi yang ke arah utara, kemudian ke arah selatan juga, yang ke arah Manggarai, yang sedang kita data, nanti kita akan segera pindahkan kembali," ujar Dony saat meninjau Hunian Sementara (Huntara) Pasar Senen, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Dony menjelaskan, penyediaan huntara merupakan hasil kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), TNI, dan Angkasa Pura. Upaya tersebut dilakukan agar keberadaan BUMN dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel.
Saat ini, Huntara Pasar Senen telah ditempati 69 kepala keluarga atau sebanyak 215 jiwa. Sebagian besar warga sebelumnya bekerja sebagai pemulung dan tinggal di kawasan bantaran rel.

(Kepala BP BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Dony Oskaria dan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin meninjau HUntara Pasar Senen. [Foto: TVRINews/Lidya Thalia S])
Menurut Dony, setelah empat bulan menempati hunian tersebut, kondisi kehidupan warga menunjukkan perbaikan. Kawasan huntara juga telah dilengkapi sejumlah fasilitas umum, seperti masjid dan ruang berkumpul bagi penghuni.
"Hari ini kita memastikan bahwa setelah empat bulan ini ditempati, kondisinya tadi kita lihat kehidupan mereka semakin baik. Juga kawasannya ditata dengan baik, sangat bersih ya tadi kita perhatikan. Ada masjid, ada fasilitas umum. Nah, inilah yang akan terus kita lakukan ke depan,"jelasnya.
Dony menegaskan, relokasi tidak hanya berorientasi pada pemindahan tempat tinggal, tetapi juga upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan layak bagi masyarakat.
Pemerintah juga menyiapkan keberlanjutan program melalui akses pendidikan bagi anak-anak penghuni huntara serta pelatihan keterampilan dan kewirausahaan bagi warga yang ingin mengembangkan usaha.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap penataan kawasan bantaran rel dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.









