TVRINews, Jakarta
Pemerintah mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk lebih aktif terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan di daerah, mulai dari pengelolaan sampah, irigasi, hingga penanganan stunting.
Kampus diharapkan tak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga pusat research and development (R&D) yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Hal itu disampaikan dalam diskusi bertajuk Penguatan Riset untuk Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi.
"Kita minta kampus-kampus untuk mendatangi pemerintah daerah, UMKM, maupun industri, guna memetakan persoalan lokal dan menjadikannya bahan riset," kata Brian di Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Juli 2025.
Menurutnya, setiap tahun ribuan mahasiswa dan dosen menghasilkan penelitian. Namun sayangnya, tidak sedikit yang tidak relevan dengan kondisi di sekitarnya.
Karena itu, pemerintah mendorong sinergi antara kampus dan pemda, misalnya dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, perbaikan tata kelola pekan, atau program pengurangan stunting.
"Kami ingin kampus menjadi sentra pengembangan solusi di daerah masing-masing," ucapnya.
Salah satu bentuk konkret sinergi ini adalah integrasi program riset dengan kegiatan operasional seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam verifikasi data stunting, pengujian kualitas benih pertanian, hingga pengawasan infrastruktur dasar seperti irigasi.
Lebih lanjut, ia menyebut peran strategis kampus akan memperkuat kualitas kebijakan daerah karena ditopang oleh analisis akademik.
"Kalau dulu kampus jarang dilibatkan dalam kajian kebijakan, sekarang kita harapkan bisa lebih optimal. Kajian itu harus punya pisau analisis akademik yang kuat," ujarnya.
Pemerintah pun membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya. Daerah, BUMN, dan pelaku industri dipersilakan mengajukan kerja sama penelitian dengan perguruan tinggi untuk menjawab persoalan nyata di lapangan.
"Kita punya lebih dari 4.000 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalau ini dikelola dengan baik, kita tidak hanya memperkuat riset nasional, tapi juga mempercepat pemerataan pembangunan berbasis inovasi," ungkapnya.
Baca Juga: Mendiktisaintek: Riset Fundamental dan Terapan Harus Jalan Beriringan










