TVRINews, Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) secara serentak dan berkelanjutan di seluruh penjuru tanah air. Langkah masif ini diayunkan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026.
Gerakan ini diplot sebagai salah satu langkah strategis untuk mendongkrak partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mempercepat target penyelesaian pengelolaan sampah nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup, Laksmi Widyajayanti, menjelaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia ASRI dirancang khusus untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak di tingkat individu, di samping mempererat kolaborasi lintas sektor.
"Melalui Hari Lingkungan Hidup tahun 2026 ini, pemerintah juga mendorong gerakan nasional ASRI ini secara serentak dan berkelanjutan di tingkat tapak dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah di tingkat individu. Kemudian juga mendorong kolaborasi lintas sektor serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam forum global," ujar Laksmi dalam keterangan resminya pada Kamis, 11 Juni 2026.
Guna menyukseskan platform Gerakan Nasional Indonesia ASRI ini, pemerintah pusat meminta komitmen penuh dari para kepala daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk segera merumuskan regulasi pendukung di wilayah masing-masing.
"Diminta kepada Gubernur, Bupati, Walikota dengan melibatkan seluruh pihak yang terkait untuk menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang mendukung pelaksanaan gerakan Indonesia Asri," terangnya menambahkan.
Secara operasional, konsep ASRI mencakup empat pilar fokus utama. Pertama, Aman, yang menitikberatkan pada keamanan lingkungan hidup, mitigasi risiko bencana, serta ketertiban ruang publik. Kedua, Sehat, yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan demi menopang kesehatan masyarakat.
Ketiga, Resik, yang berfokus pada aspek kebersihan dan tata kelola sampah secara terintegrasi. Keempat, Indah, yang menekankan pentingnya estetika lingkungan dan penyediaan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat luas.
Di samping mengedukasi perubahan perilaku masyarakat, Gerakan Nasional Indonesia ASRI juga disinergikan untuk menopang berbagai program prioritas pemerintah di sektor lingkungan hidup, utamanya target pengelolaan sampah secara menyeluruh sesuai amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Kita juga ada program-program prioritas yang harus dikerjakan dan harapannya bisa menyelesaikan terutama terkait dengan sampah terkelola 100 persen di tahun 2029 sesuai dengan RPJMN," kata Laksmi.
Lebih lanjut, Laksmi menegaskan bahwa spektrum persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian nasional tidak hanya berkutat pada isu sampah semata. Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada penanganan pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah, hingga dampak nyata perubahan iklim. Berbagai isu krusial tersebut kini telah mendapat atensi dan arahan langsung dari Presiden.
Terkait tenggat waktu pengolahan sampah, kementerian terus berupaya melakukan akselerasi strategi agar pembenahan infrastruktur lingkungan ini bisa rampung lebih cepat dari draf perencanaan awal.
"Pengelolaan sampah menjadi perhatian sangat besar oleh Bapak Presiden. Tadi disampaikan kita harus mencapai 100 persen di 2029, tetapi pada kesempatan belum lama ini Bapak Presiden menyampaikan kembali bahwa untuk pengelolaan sampah harapannya bisa selesai di 2028," ungkap Laksmi memungkasi penjelasannya.










