TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong penyederhanaan kebijakan dan regulasi guna memperkuat daya saing industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat investasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat MICE di kawasan.
Airlangga mengapresiasi upaya Kementerian Pariwisata dalam memperkuat ekosistem MICE melalui penyelenggaraan Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2026. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai rekomendasi terkait penyederhanaan regulasi, standardisasi, hingga percepatan investasi di sektor pariwisata.
"Fondasi ini memposisikan Indonesia dengan baik untuk menjadi pusat MICE global, khususnya seiring dengan pergeseran pasar menuju bisnis dan hiburan (bleisure)," kata Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan sektor pariwisata yang didukung penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman mencatat pertumbuhan sebesar 13,14 persen.
Sementara pada Mei 2026, Indonesia menerima 1,38 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan mencatat sekitar 106 juta perjalanan wisata nusantara, yang keduanya meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk memperkuat industri MICE, Airlangga mengusulkan sejumlah strategi, antara lain mengintegrasikan kegiatan bisnis dengan destinasi wisata melalui konsep bleisure. Sejumlah destinasi seperti Borobudur, Prambanan, Garuda Wisma Kencana, Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan destinasi potensial lainnya dinilai dapat menjadi pendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan MICE.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI), pengembangan wisata olahraga dan wisata religi, peningkatan konektivitas antardaerah, dukungan pembangunan infrastruktur pariwisata, serta penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk meningkatkan daya saing sektor tersebut.









