TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia menggelar Malam Seni Indonesia-Maroko: "Menjembatani Peradaban Indonesia-Maroko" di Aula Graha Utama, Gedung A Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran budaya melalui kolaborasi seni yang bertujuan mempererat hubungan kedua negara sekaligus memperkuat diplomasi kebudayaan.
Acara tersebut menampilkan pertunjukan musik tradisional Indonesia dan Maroko serta kolaborasi antarseniman dari kedua negara. Melalui seni, Indonesia dan Maroko berupaya memperluas dialog budaya sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin sejak lama.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan hubungan Indonesia dan Maroko dibangun di atas sejarah panjang, pertukaran pengetahuan, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang terus berkembang hingga saat ini. Menurutnya, kolaborasi seni menjadi sarana untuk memperkuat saling pengertian, mempererat persahabatan, serta membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.
"Di tengah lanskap geopolitik yang semakin kompleks, diplomasi kebudayaan menjadi salah satu bentuk soft power yang paling efektif. Kebudayaan menciptakan ruang dialog ketika perbedaan hadir, membangun saling percaya, memperkuat hubungan antarmasyarakat, serta membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, industri budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif," ujar Menbud Fadli dalam keterangan siaran pers, Rabu, 29 Juli 2026.
Fadli menambahkan, kolaborasi musik tradisional Indonesia dan Maroko membuktikan bahwa dua tradisi yang berasal dari latar budaya berbeda dapat berpadu secara harmonis tanpa kehilangan identitas masing-masing. Ia menilai seni merupakan bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat dialog antarperadaban.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud RI))
"Saya berharap Malam Seni Indonesia-Maroko menjadi awal bagi kerja sama yang semakin luas antara kedua negara melalui pertukaran seniman, pelestarian warisan budaya, kolaborasi film dan musik, riset akademik, pendidikan, serta pengembangan industri budaya dan ekonomi kreatif,"ucapnya.
Senada dengan itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Redouane Houssaini, menyampaikan bahwa kebudayaan menjadi salah satu jembatan paling kuat dalam mempererat hubungan antarbangsa. Menurutnya, pertemuan musisi Indonesia dan Maroko dalam satu panggung mencerminkan semangat dialog, saling pengertian, dan persahabatan yang telah terjalin erat antara kedua negara.
“Melalui pertunjukan budaya ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat mengenal sebagian dari jiwa dan warisan budaya Maroko, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Maroko, khususnya di bidang seni dan kebudayaan,”ungkap Redouane.
Malam Seni Indonesia-Maroko menghadirkan beragam pertunjukan budaya dari kedua negara. Acara dibuka dengan pembacaan puisi "Oleh Tanjung" karya Taufiq Ismail, dilanjutkan penampilan grup musik Muara yang membawakan lagu-lagu tradisional Indonesia menggunakan alat musik khas Nusantara seperti Sape Dayak, Kendang Jaipong, Tambur Padang, dan Kong Ah Yan Betawi.
Selanjutnya, kelompok Melodies of Al-Andalus menampilkan musik tradisional Maroko sebelum acara ditutup dengan kolaborasi musisi Indonesia dan Maroko yang membawakan lagu-lagu tradisional dari kedua negara. Penampilan tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus komitmen bersama dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Maroko melalui seni dan kebudayaan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Kebudayaan berharap diplomasi budaya terus berkembang melalui pertukaran seniman, kolaborasi lintas budaya, serta penguatan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Maroko.








