
Abdul Mu’ti: Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Siap Jalankan Kurikulum Khusus
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh guru yang ditugaskan di sekolah rakyat telah dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kontekstual.
“Tidak ada masalah,” ujar Mu’ti saat ditanya soal kesiapan tenaga pengajar, di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (10/7/2025).
Mu’ti menegaskan bahwa berbeda dengan sekolah formal, sekolah rakyat menerapkan kurikulum berbasis multi-entry dan multi-exit yang memungkinkan siswa untuk masuk dan keluar sesuai dengan perkembangan individu masing-masing. Model ini dinilai lebih inklusif dan menyesuaikan dengan realitas sosial siswa.
“Pelatihannya juga tidak sama dengan sekolah umum. Guru-guru dibekali pendekatan yang lebih adaptif dan sesuai konteks lapangan,” jelas Mu’ti.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjalankan program ini. Penyusunan kurikulum dan pelatihan guru dilakukan oleh Kemendikdasmen, sedangkan pelaksanaan teknis dan operasional sekolah rakyat berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos).
“Kepala sekolahnya sudah mengikuti pelatihan khusus melalui program retret dari Kemensos. Guru-guru juga sudah mengikuti PPG,” tambahnya.
Mu’ti menambahakan untuk model kolaboratif ini menjadi upaya pemerintah untuk menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari kelompok rentan dan tidak terlayani oleh sistem pendidikan formal.
Dengan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan, kurikulum, dan sumber daya manusia, pemerintah berharap sekolah rakyat mampu memberi kontribusi nyata dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adil, merata, dan berorientasi pada potensi anak.
Baca Juga: Modernisasi Sistem dan Pemulihan Aset, PPATK Usulkan Tambahan Anggaran Triliunan
Editor: Redaksi TVRINews
