TVRINews, Jakarta
Densus 88 AT Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 dengan fokus pada penguatan strategi penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, khususnya di ruang digital.
Pada kesempatan tersebut, Juru Bicara Densus 88, Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan bahwa pola ancaman terorisme saat ini mengalami perubahan signifikan dan semakin menyasar generasi muda.
“Fenomena ekstremisme mengarah kepada terorisme saat ini telah berkembang dari pola ideologis konvensional menuju kepada berbagai bentuk baru yang dikenal sebagai non coherent extremism maupun nihilistic violent extremism. Media sosial, platform digital, hingga game online kini dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen, grooming, serta penyebaran kekerasan,” ujarnya pada Rabu, 20 Mei 2026.
Rakernis yang diikuti sekitar 670 peserta ini juga menyoroti peningkatan kasus paparan radikalisme pada anak. Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 132 anak terpapar radikalisme dan 115 anak terpapar paham kekerasan yang telah ditangani melalui kolaborasi lintas instansi.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut meninjau perjalanan penanganan terorisme di Indonesia, mulai dari gerakan DI/TII, jaringan Jemaah Islamiyah, hingga peristiwa Bom Bali I, serta capaian zero terrorist attack dalam beberapa tahun terakhir.
Kapolri juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang dimanfaatkan kelompok ekstremis.
“Densus 88 AT Polri harus terus memperkuat kemampuan intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi transformasi ancaman yang bergerak cepat di ruang siber,” kata Mayndra mengutip arahan Kapolri.
Selain strategi penindakan, Rakernis ini juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan melalui literasi digital, deteksi dini di lingkungan keluarga dan sekolah, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Kapolri turut memberikan apresiasi atas capaian Densus 88 dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, serta menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan mitra internasional yang berkontribusi dalam penanggulangan terorisme.










