TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung ambisi Indonesia untuk tampil di ajang Piala Dunia FIFA saat meresmikan implementasi mandatori biodiesel B50 di Karawang pada Kamis, 9 Juli 2026 hari ini.
Dalam sambutannya di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih, mantan Menhan ini terlebih dahulu memaparkan target besar pemerintah di sektor energi. Ia mengatakan PT PLN akan mulai membangun pembangkit listrik berkapasitas 17 gigawatt pada tahun ini, dengan target penambahan hingga 100 gigawatt dalam dua tahun mendatang.
Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan meski diperkirakan akan menuai keraguan dari berbagai pihak.
“Dan kita akan dikenyek, kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pintar-pintar itu akan bilang, ‘Mana mungkin?’,” ucapnya
Di tengah optimisme terhadap program energi nasional, Presiden Prabowo mengaku masih memiliki satu hal yang menjadi kegelisahannya, yakni belum mampunya Indonesia menembus putaran final Piala Dunia.
“Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Terus terang saja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas,” kata dia
Pernyataan tersebut langsung disambut tawa para tamu yang hadir. Selain itu, Presiden Prabowo juga menilai prestasi sepak bola tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menyangkut kehormatan dan kebanggaan sebuah bangsa di mata dunia.
Karena itu, lanjutnya mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mencari langkah agar Indonesia mampu mewujudkan target tampil di kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut.
“Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara jangan anggap enteng sepak bola itu, kehormatan,” ujarnya
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melontarkan candaan kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang dikenal aktif di dunia sepak bola. Ia meminta Erick ikut mendorong upaya agar Indonesia dapat mewujudkan impian tersebut.
“Mana Erick Thohir? Menteri BUMN. Boy, kasih tahu adikmu ya,” ucapnya
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga kembali berkelakar dengan melibatkan Menteri Keuangan, sembari mempertanyakan apa saja yang diperlukan agar Indonesia dapat lolos ke Piala Dunia.
“Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?,” tukasnya










