TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar akan menggandeng dunia usaha untuk menggalang bantuan berupa masker dan air bersih bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Upaya ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga yang terdampak karhutla. Bantuan tersebut diharapkan dapat disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
"Kita akan bahu-membahu berpartisipasi dalam mengatasi karhutla. Salah satunya dengan menggalang pengiriman masker dan air bersih untuk masyarakat di daerah terdampak, khususnya di Sumatera dan Kalimantan," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kemudian Muhaimin mengatakan, penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain pemerintah, dunia usaha dapat berkontribusi melalui dukungan konkret yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak.
Menurutnya, dukungan perusahaan perlu diwujudkan melalui bantuan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Muhaimin juga menyoroti pentingnya penguatan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dan pemberdayaan masyarakat agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran.
"Mereka sudah berjalan, sebagian pemberdayaannya. Tinggal kita dorong lagi, terutama supaya sasarannya tepat sasaran, khususnya kaum miskin," ucapnya.
Ia menegaskan, semangat gotong royong dapat diwujudkan melalui dukungan langsung kepada masyarakat terdampak karhutla, termasuk penyediaan masker dan air bersih sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar.
Kemenko PM pun mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, terutama kelompok masyarakat miskin.
Melalui kolaborasi tersebut, bantuan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan sekaligus memperkuat solidaritas dalam menghadapi bencana.










