TVRINews, Arab Saudi
Jumlah jemaah haji Indonesia yang dirawat setelah puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, faktor kelelahan masih menjadi penyebab utama jemaah harus mendapatkan perawatan, selain penyakit penyerta.
Kementerian Haji dan Umrah melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah mencatat, jumlah jemaah haji Indonesia yang menjalani perawatan pasca-Armuzna sekitar 210 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 300 pasien.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Dani Pramudya, menyampaikan kelelahan menjadi faktor dominan yang menyebabkan jemaah membutuhkan perawatan setelah rangkaian ibadah di Armuzna. Selain itu, sejumlah jemaah juga memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes sejak dari daerah asal.
"Faktor pertama memang karena kelelahan. Pasca-Armuzna itu memang paling banyak kasusnya karena kelelahan, dan ditambah juga adanya komorbid yang membawa ya, dari darah tinggi terutama, terutama kencing manis. Dan juga ada yang tadi malam tuh sampai kakinya terbakar karena mungkin gulanya selalu tinggi, jadi tidak terasa kakinya itu dia menginjak bara atau apa, aspal yang panas jadinya ada kebakaran," ujar dr. Dani Pramudya selaku Plt. Kapuskes Haji Kemenhaj, Jumat, 5 Juni 2026.
Ya seperti itu, tapi ya kondisi seluruhan tuh aman sih. Ya alhamdulillah jemaah kita juga mungkin karena sudah, sudah adaptasi ya, adaptasi di Makkah jadi mereka sudah mulai terbiasa, akhirnya kasus pasca-temu Armuzna itu juga apa bisa terkendali," sambungnya.
Selain itu, sekitar 20 jemaah mengalami gangguan kesehatan menjelang kepulangan melalui Jeddah dan telah mendapatkan penanganan medis. Penurunan jumlah jemaah yang dirawat juga dipengaruhi kemampuan adaptasi jemaah terhadap cuaca dan kondisi selama berada di Arab Saudi.
Jemaah haji diimbau tetap menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak istirahat serta memenuhi kebutuhan nutrisi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.










