TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, memperkuat sinergi dengan KBRI Port Moresby dan Konsulat RI di Vanimo untuk membuka sekaligus mengembangkan peluang penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di berbagai sektor potensial di Papua Nugini.
Komitmen tersebut disampaikan Christina usai menggelar pertemuan daring bersama Duta Besar RI untuk Papua Nugini, Okto Dorinus Manik, dan Konsul Jenderal RI di Vanimo, Tangkuman Alexander Immanuel, Kamis, 25 Juni 2026.
"Hasil identifikasi awal, terdapat sejumlah sektor yang membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia. Sektor kesehatan menjadi salah satu peluang yang sangat potensial untuk dikembangkan ke depan," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang paling potensial untuk dikembangkan sebagai tujuan penempatan pekerja migran Indonesia.
Selain itu, Papua Nugini juga membutuhkan tenaga pilot untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik ke berbagai wilayah terpencil yang masih didominasi kawasan hutan.
Christina menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk pilot yang berpengalaman melayani penerbangan ke daerah-daerah terpencil.
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit besar di Papua Nugini juga membutuhkan sekitar 300 pekerja migran Indonesia.
"Pertemuan ini menjadi langkah awal penting untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di Papua Nugini sekaligus memastikan seluruh proses penempatan dilakukan sesuai tata kelola yang berlaku dan mengedepankan aspek pelindungan pekerja migran Indonesia," jelasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan Konsulat RI di Vanimo dalam Program Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) bagi calon pekerja migran asal NTB yang akan bekerja di Papua Nugini. Pembekalan tersebut dinilai penting agar pekerja memahami budaya masyarakat setempat, kondisi keamanan, serta mampu beradaptasi dan bekerja secara profesional di negara tujuan.
Christina menegaskan Kementerian P2MI akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh perwakilan RI di luar negeri untuk membuka peluang kerja baru, sekaligus memastikan pelindungan pekerja migran Indonesia berjalan optimal sejak sebelum keberangkatan hingga selama bekerja di negara penempatan.










