TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat sinergi dengan BINUS University melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pelaksanaan Program Catur Dharma Perguruan Tinggi dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, inovasi, dan berbagai program kolaboratif.
Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia akademik.

"Melalui kerja sama dengan BINUS University, kami berharap dapat menghadirkan berbagai program yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta meningkatkan daya saing talenta dan pelaku ekonomi kreatif Indonesia," ujar Dessy dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 26 Juni 2026.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Dessy Ruhati bersama Rektor BINUS University, Dr. Nelly. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi fondasi yang semakin kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mencetak talenta kreatif yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, alih teknologi, hingga pengembangan diri yang selaras dengan kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pesatnya perkembangan ekonomi kreatif dan teknologi menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah.
"Melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama ini, kami berharap terbuka kolaborasi yang lebih luas bagi program-program mahasiswa ataupun pengembangan startup berbasis ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan kegiatan ilmiah dan lokakarya yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini," kata Nelly.
Selain penandatanganan MoU, Kementerian Ekraf dan BINUS University juga menggelar forum diskusi guna mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti pada masa mendatang.
Menutup kegiatan tersebut, Dessy menegaskan komitmen Kementerian Ekraf untuk membangun ekosistem yang mampu mengubah kreativitas menjadi nilai ekonomi.
"Karya besar lahir dari kolaborasi. Melalui kolaborasi ini, Kementerian Ekraf berkomitmen menciptakan lapangan kerja, memperkuat kekayaan intelektual, serta membawa karya anak bangsa ke pasar global," ucap Dessy.










