TVRINews, Grobogan
Strategi mitigasi dampak cuaca untuk memastikan ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan
Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan langkah proaktif dengan mempercepat olah lahan dan penanaman di berbagai sentra produksi pangan nasional.
Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi penurunan curah hujan yang berisiko memicu gagal tanam serta mengganggu stabilitas pasokan pangan.
Salah satu fokus intervensi dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Di lokasi ini, Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci kepada Gapoktan Jati Sari untuk menjamin ketersediaan air di tingkat petani.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam adalah strategi krusial agar produksi pangan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.
“Kita percepat tanam. Air tidak boleh jadi kendala. Pompanisasi kita dorong agar petani tetap bisa tanam tepat waktu dan produksi aman,” tegas Mentan Amran dalam keterangan resminya, dikutip Jumat, 1 Mei 2026.
Kejar Target Luas Tanam
Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah, menjelaskan bahwa Desa Rowosari memiliki potensi lahan yang cukup besar mencapai 350 hektare. Saat ini, luas lahan yang tengah digarap adalah 180 hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) 2,5.
“Optimalisasi pompanisasi ini diharapkan mampu mempercepat proses tanam. Target luas tanam di Kabupaten Grobogan pada April ini adalah 22 ribu hektare, dan insyaallah target tersebut akan tercapai,” ujar Tin.
Dukungan Alsintan Tambahan
Selain pompa air, pemerintah juga memberikan dukungan melalui penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) lainnya. Direktur Alsintan Pasca Panen, Muhammad Rizal Ismail, menyatakan pihaknya akan segera menambah bantuan sarana produksi untuk Gapoktan Jati Sari.
“Kami akan salurkan tambahan 2 unit Combine Harvester dan 8 unit Traktor Roda 2. Dengan komitmen petani, kami optimis pada minggu kedua Mei, lahan seluas 180 hektare sudah bisa tertanam seluruhnya,” jelas Rizal.
Program pompanisasi ini rencananya akan terus diperluas ke berbagai wilayah sentra produksi pangan di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan menjaga kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan.










