TVRINews, Jakarta
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi ekspor perdana hasil perikanan asal Maluku ke pasar Thailand. Sebanyak 11 ton ikan tuna loin beku dengan nilai lebih dari Rp1 miliar diberangkatkan melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon sebagai upaya memperluas akses pasar ekspor bagi produk perikanan Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan ekspor perdana tersebut menjadi langkah nyata pemerintah bersama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perluasan pasar ekspor.
“Ini merupakan langkah konkret kami bersama pemda mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor,”ujar Ishartini dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan, produk perikanan yang diekspor telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan internasional. Tuna loin beku asal Maluku tersebut telah mengantongi sertifikasi mutu yang diterbitkan KKP dan diakui oleh Codex Alimentarius, organisasi internasional yang menetapkan standar mutu dan keamanan pangan.
Menurut Ishartini, sertifikat tersebut menjadi jaminan bahwa produk perikanan Indonesia memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi sehingga mampu memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor.
“Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah salah satu kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Ahmad Jais Ely, berharap pengiriman perdana ini menjadi awal peningkatan ekspor produk perikanan Maluku ke berbagai negara. Ia menilai peningkatan ekspor akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Ahmad juga mengapresiasi dukungan KKP dalam proses sertifikasi mutu terhadap produk perikanan PT Jayawi Ambon Internasional sehingga mampu menembus pasar Thailand.
“Saat keberangkatan tadi telah diserahkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan-red) sebagai dokumen wajib untuk bisa masuk pasar Thailand,”ungkap Ahmad.
Ekspor perdana ini menjadi bagian dari upaya KKP memperkuat daya saing produk perikanan nasional di pasar global melalui jaminan mutu dan keamanan pangan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa quality assurance (QA) merupakan faktor penting dalam meningkatkan keberterimaan produk sekaligus mendorong diversifikasi komoditas dan tujuan ekspor. Melalui penerapan QA dari hulu hingga hilir, KKP menargetkan produk perikanan Indonesia semakin kompetitif dan menjadi unggulan di pasar internasional.










