TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meluncurkan enam buku terjemahan karya sastra klasik Indonesia dalam acara Sasana Sastra: Membaca Klasik Indonesia yang digelar untuk memperingati Hari Sastra ke-13. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembaca internasional terhadap karya sastra Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem sastra nasional.
Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan resmi meluncurkan enam buku terjemahan karya sastra klasik Indonesia dalam kegiatan Sasana Sastra: Membaca Klasik Indonesia di Graha Utama Gedung A Lantai 3 Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sebagai bagian dari peringatan Hari Sastra ke-13. Menurutnya, penerjemahan karya sastra menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.
Dalam sambutannya, Fadli mengatakan Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat besar dengan berbagai cerita dan kearifan lokal yang layak dikenal secara global. Karena itu, sastra dinilai menjadi salah satu media penting untuk menampilkan identitas budaya bangsa.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Foto: Kemenbud))
"Banyak sekali karya-karya sastra kita yang luar biasa berkualitas, tetapi sulit diakses oleh para pembaca internasional. Salah satu persoalannya adalah kurangnya buku-buku sastra dalam bahasa asing, sehingga proses penerjemahan sastra Indonesia ke dalam bahasa asing membuat karya sastra kita menjadi lebih visible atau terlihat, dan lebih mudah atau accessible,"ujar Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menegaskan, penerjemahan karya sastra klasik bukan sekadar mengalihkan bahasa, tetapi juga membawa pengalaman, nilai, dan kehidupan masyarakat Indonesia kepada pembaca lintas negara.
"Kami tentu terus berupaya membuka kemungkinan internasionalisasi sastra Indonesia dengan melahirkan para penerjemah dan promotor muda, serta memberikan Translation Funding Program untuk penerbit asing yang membeli hak cipta karya sastra Indonesia. Ini tentu merupakan bagian dari rantai penting dari ekosistem sastra, di mana program tersebut dapat mendukung kiprah penulis di festival internasional,"tambahnya.
Enam karya sastra yang diterjemahkan dalam program ini berasal dari berbagai periode dan genre yang dinilai memiliki peran penting dalam perkembangan sastra Indonesia. Karya tersebut meliputi Azab dan Sengsara karya Merari Siregar yang diterjemahkan Annie Tucker, Kehilangan Mestika karya Fatimah Hasan Delais oleh Syarafina Vidyadhana, Tanah Gersang karya Mochtar Lubis oleh Zoe McLaughlin.
Kemudian, Dua Dunia karya NH Dini oleh Saut Situmorang, kumpulan puisi Balada Orang-orang Tercinta karya WS Rendra oleh Lara Norgaard, serta Surat Kertas Hijau karya Sitor Situmorang yang diterjemahkan Suzan Piper.
Selain peluncuran buku, Sasana Sastra: Membaca Klasik Indonesia juga menghadirkan berbagai pertunjukan alih wahana sastra, mulai dari instalasi seni, pemutaran video, hingga pertunjukan yang memadukan teater, tari, musik, dan multimedia. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memperlihatkan perjalanan sastra Indonesia yang melintasi bahasa, zaman, budaya, dan generasi.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh sastra nasional, antara lain Taufiq Ismail, Taufik Abdullah, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993–1998 Wardiman Djojonegoro. Hadir pula jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, termasuk Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra.
Melalui program penerjemahan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya membangun ekosistem sastra Indonesia secara menyeluruh, mulai dari penciptaan karya, penerjemahan, promosi, hingga penguatan komunitas sastra.
Upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi bersama 18 festival sastra di Indonesia, pengembangan 7.500 talenta sastra melalui Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra, serta pelaksanaan Translation Funding Program (TFP) yang mendukung penerbit luar negeri dalam menerbitkan karya sastra Indonesia.










