TVRINews, Jakarta
Jurnalis TVRI Muhammat Ramadan kembali berkiprah di dunia literasi dengan mengikuti program penulisan Talibun bersama Perkumpulan Rumah Seni Asnur.
Program tersebut ditargetkan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori dunia sekaligus memperkenalkan sastra tradisional Indonesia ke tingkat internasional.
Muhammat Ramadan atau yang akrab disapa Rama bukan nama baru di dunia literasi. Sebelumnya, ia terlibat dalam program Puisi Ramadan dan antologi "Syair untuk Negeri", yang berhasil menghimpun 2.023 penulis dari delapan negara di lima benua.

Kali ini, Rama mengambil bagian dalam program penulisan Talibun, salah satu bentuk sastra tradisional Nusantara yang memiliki struktur genap lebih dari empat baris dan dikenal sebagai bagian dari tradisi sastra lisan Melayu.
Menurut Rama, upaya memecahkan rekor dunia bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia kepada masyarakat internasional.
"Pencapaian rekor dunia ini bukan sekadar mengejar angka atau pengakuan, melainkan sebuah pembuktian bahwa sastra tradisional kita memiliki daya pikat global. Saya berharap ke depannya dunia literasi di Indonesia terus berkembang pesat, sehingga kecintaan masyarakat terhadap tulisan literasi, baik modern maupun klasik, semakin ramai, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di mata dunia," ujar Rama.
Sementara itu, mentor penulisan Talibun, Azizah, mengatakan program tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam menjaga keberlangsungan sastra tradisional melalui keterlibatan generasi baru.
"Kami berharap program ini menjadi katalisator agar puisi, talibun, dan literasi secara umum semakin berakar kuat di Indonesia dan mengepakkan sayapnya lebih lebar ke dunia internasional. Talibun adalah identitas kita, dan melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan identitas tersebut tetap hidup dan dihargai oleh ekosistem global," kata Azizah.
Melalui kolaborasi antara jurnalis, akademisi, dan praktisi yang tergabung dalam Perkumpulan Rumah Seni Asnur, program penulisan Talibun diharapkan tidak hanya mencatatkan rekor MURI dunia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan sastra Nusantara bagi generasi mendatang.










