
Hariqo Wibawa: WMSJ 2025 Selaras dengan Asta Cita Prabowo-Gibran
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hariqo Wibawa Satria, menyampaikan bahwa pelaksanaan Jambore Pramuka Muslim Dunia (World Muslim Scout Jamboree/WMSJ) 2025 sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Hariqo, jambore yang dijadwalkan berlangsung pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur ini mengusung semangat persatuan, wawasan keagamaan, dan nasionalisme, dengan dihadiri ribuan peserta dari berbagai negara.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan perjuangan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,”kata Hariqo dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 30 Mei 2025.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting, mengingat WMSJ 2025 merupakan jambore pramuka Muslim pertama dan terbesar di dunia, sekaligus diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
Hariqo optimistis, jambore ini dapat menjadi contoh nyata dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas global di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan dunia. Ia juga menekankan bahwa acara ini mencerminkan butir-butir Asta Cita Prabowo-Gibran, terutama poin ke-1, ke-4, dan ke-8, serta mendukung Program Prioritas ke-9 terkait pemeliharaan hubungan internasional yang harmonis.
"Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Kami yakin kegiatan ini mampu menunjukkan wajah Islam yang damai dan konstruktif di tengah tantangan global,"jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025, Riza Azhari Zarkasyi, menambahkan bahwa nilai-nilai Asta Cita akan diintegrasikan dalam seluruh kegiatan jambore. Ia menyebutkan, para peserta akan dikenalkan dengan nilai-nilai tersebut sepanjang kegiatan, sejak bangun tidur hingga kembali ke tenda masing-masing.
“Penguatan nilai Asta Cita bukan sekadar formalitas. Kami percaya nilai-nilai tersebut selaras dengan ajaran Islam dan prinsip-prinsip kepanduan, yang sangat relevan sebagai solusi atas berbagai persoalan global,”ujar Riza.
Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 akan mempertemukan pemuda Muslim dari 23 negara, termasuk Brunei Darussalam, Malaysia, Bangladesh, Qatar, Turki, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Lebanon, Yordania, Irak, Palestina, Maladewa, Inggris, Ghana, Sri Lanka, Nigeria, Benin, Thailand, Sierra Leone, dan Timor Leste.
Baca Juga:
| Kemenag Siap Bantu Jembatani Penerbitan Visa Haji Furoda 2025 |
Editor: Redaksi TVRINews
