TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 105 orang hingga Rabu, 26 Agustus 2026.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal bertambah dua orang dari data sebelumnya.
“Kami memperoleh data tambahan dua orang yang meninggal, sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105,” ujar Berton dalam konferensi pers, Rabu, 26 Agustus 2026.
Berton menjelaskan, dari total korban meninggal tersebut, sebagian merupakan korban yang meninggal secara langsung akibat gempa, sementara lainnya meninggal secara tidak langsung.
Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga bertambah 12 orang, sehingga total korban luka mencapai 1.678 orang. Korban luka terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur, disusul Kabupaten Manggarai.
Aktivitas gempa susulan hingga kini masih berlangsung. BNPB memperkirakan gempa susulan masih dapat terjadi dalam beberapa pekan setelah gempa utama.
“Mengingat besarnya gempa 7,7, diperkirakan akan berlangsung sampai tiga sampai empat minggu sejak gempa pertama yang kita alami,”lanjutnya.
Meski demikian, BNPB berharap kekuatan gempa susulan terus menurun sehingga masyarakat dapat kembali merasa aman dan aktivitas warga berangsur normal.
Di sisi lain, jumlah pengungsi mengalami penurunan sekitar 6.094 orang. BNPB mencatat jumlah pengungsi saat ini sekitar 109 ribu orang, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Berton mengatakan, sebagian warga yang meninggalkan pengungsian memilih kembali ke rumah setelah memastikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka aman.
“Mereka pulang sebenarnya ke rumah dengan kesediaan mereka, tidak dipaksa. Mereka memastikan bahwa rumahnya kuat,”tandasnya.
BNPB tetap mengimbau warga untuk tidak terburu-buru kembali ke rumah apabila bangunan masih mengalami kerusakan atau belum dinyatakan aman oleh petugas.
Masyarakat juga diminta tetap tenang, waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta mengikuti arahan petugas dan pemerintah daerah selama proses penanganan bencana berlangsung.










