TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali berfungsi. Rumah sakit hingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) kini dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk tindakan operasi.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemulihan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus pemerintah setelah gempa. Penanganan juga dilakukan terhadap wilayah yang masih sulit dijangkau akibat kondisi geografis dan dampak bencana.
“Tidak ada lagi sarana kesehatan di NTT yang tidak atau belum berfungsi. Mulai dari rumah sakit sampai puskesmas, sudah bisa difungsikan kembali,”kata Dante dalam keterangan yang diterima tvrinews kepada media, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Dante, distribusi obat-obatan dan kebutuhan medis juga terus dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan di seluruh wilayah terdampak.
Bagi masyarakat yang berada di daerah terisolasi dan sulit dievakuasi, Kemenkes tidak hanya mengandalkan proses evakuasi. Tenaga kesehatan juga dikerahkan langsung ke lokasi untuk memberikan pengobatan.
“Selain dievakuasi, kita datangkan tenaga kesehatan langsung di tempat-tempat yang sudah sulit dievakuasi tersebut. Langsung dilakukan pengobatan di tempat,”jelasnya.
Dante menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang berada di wilayah sulit akses tetap memperoleh pelayanan kesehatan meskipun proses evakuasi membutuhkan waktu.
Selain penanganan di fasilitas kesehatan, Kemenkes juga terus memantau kondisi masyarakat terdampak melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, dan tenaga kesehatan di lapangan.










