TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas kesempatan bagi guru sekolah dasar untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris melalui pelatihan mandiri.
Program tersebut dibuka Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) di Rumah Pendidikan. Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pelatihan mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) dikembangkan dari program pelatihan reguler yang telah dibuka sejak Mei 2026. Program tersebut mencakup peningkatan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus kompetensi pedagogik guru.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan PKGSD-MBI menjadi salah satu strategi untuk mempersiapkan guru secara bertahap dalam menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
Nunuk juga meminta dukungan Dinas Pendidikan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk mendorong guru, khususnya dari sekolah dasar yang belum memiliki tenaga pengajar berlatar belakang Bahasa Inggris, mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami mengharapkan dukungan Dinas Pendidikan dan UPT untuk mendorong satuan pendidikan yang menjadi sasaran prioritas, khususnya Sekolah Dasar yang belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris, agar dapat mengikutsertakan atau mendorong perwakilan gurunya untuk mengikuti Pelatihan Mandiri PKGSD-MBI,” ujar Nunuk dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia mengingatkan guru agar menjadikan pelatihan mandiri sebagai kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri sebelum menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris di kelas.
“Manfaatkan materi dan aktivitas pembelajaran yang tersedia, ikuti prosesnya dengan sungguh-sungguh, dan yang paling penting, jangan takut menerapkan apa yang dipelajari dalam praktik pembelajaran di kelas. Ibu/Bapak guru juga dapat berbagi pengetahuan melalui Hari Belajar Guru. Belajar tidak hanya dilakukan ketika ada pelatihan. Belajar perlu menjadi bagian dari budaya dan keseharian guru,” tambah Nunuk.
Program PKGSD-MBI menyasar 90.447 guru SD. Melalui skema pelatihan mandiri, Kemendikdasmen menargetkan sekitar 30 ribu guru dapat mengikuti pelatihan setiap tahun.
Dengan target tersebut, kebutuhan guru SD yang mengajar Bahasa Inggris diharapkan dapat seluruhnya mendapatkan pelatihan pada 2029. Model pelatihan mandiri juga memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar secara fleksibel dan terarah sesuai dengan waktu yang dimiliki.
Salah satu peserta, Wenny Milasari, guru SD Widuri Baleendah, Kabupaten Bandung, menilai pelatihan tersebut bermanfaat bagi guru kelas di jenjang sekolah dasar.
“Belum semua guru memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara mumpuni, baik kosakata, grammar ataupun tenses secara terstruktur, sehingga dengan pelatihan ini memotivasi guru untuk belajar dan mau belajar Bahasa Inggris,”ungkap Wenny.
Menurut Wenny, materi pelatihan juga membantu guru memahami metode pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Pelatihan mandiri RGTK PKGSD-MBI mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Program ini terdiri atas tiga topik yang masing-masing dirancang untuk diselesaikan maksimal dalam satu bulan sejak peserta memulai pembelajaran.
Topik pertama membahas perkenalan diri dan keluarga, topik kedua mengenai komunitas di sekolah, sedangkan topik ketiga membahas rutinitas harian.
Pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti tes akhir dan memperoleh surat keterangan setelah menyelesaikan topik pembelajaran.
Melalui program ini, Kemendikdasmen mendorong peningkatan kompetensi guru SD sebagai bagian dari persiapan pembelajaran Bahasa Inggris wajib serta upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar.










