TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 26 Agustus 2026, untuk melihat langsung perkembangan penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut.
Kunjungan Presiden dilakukan 12 hari setelah gempa utama mengguncang NTT. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kementerian dan lembaga, TNI-Polri, serta pemerintah daerah.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan rapat tersebut menjadi momentum untuk memperoleh informasi terbaru sekaligus masukan dari pemerintah daerah dan unsur terkait mengenai penanganan gempa.
“Beliau juga mendapatkan informasi, lebih mendapatkan masukan dan memberikan arahan kepada para pimpinan kementerian, lembaga, dan daerah,” ujar Berton dalam konferensi pers BNPB melalui kanal YouTube resmi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Berton, kehadiran Presiden dan koordinasi langsung dengan jajaran pemerintah menjadi langkah positif dalam memperkuat penanganan bencana di NTT.
“Kami menyambut baik. Ini merupakan sikap positif untuk penanggulangan bencana yang ada di NTT,”jelasnya.
Sementara itu, BNPB mencatat dampak gempa masih cukup besar. Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 105 orang, sedangkan korban luka mencapai 1.678 orang.
Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung dan diperkirakan dapat terjadi selama sekitar tiga hingga empat minggu sejak gempa utama.
Selain penanganan korban, pemerintah juga tengah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan. Pendataan dilakukan untuk menentukan kategori kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, terutama bagi warga yang rumahnya belum dinyatakan aman untuk ditempati kembali.










