TVRINews, Gresik
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mengapresiasi peran PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui pembiayaan sekaligus pendampingan usaha masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin saat mengunjungi nasabah PNM Mekaar di Balai Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026.
"PNM ini bagus, karena membantu sekaligus membangun ekonomi keluarga. Saya senang melihat PNM terus bergerak dan aktif membantu masyarakat," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut Muhaimin, pemberian akses permodalan akan lebih bermakna apabila dibarengi dengan pendampingan yang membantu masyarakat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Dengan pendampingan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan modal, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan sumber pendapatan keluarga.
Di Kabupaten Gresik, PNM Mekaar saat ini tercatat memiliki 81.336 nasabah aktif. Total penyaluran tahun berjalan mencapai Rp251,8 miliar, dengan akumulasi penyaluran mencapai Rp2,84 triliun. Layanan tersebut dijalankan melalui 28 unit Mekaar yang mencakup 5.455 kelompok dan didukung 388 pendamping.

Dalam kunjungannya, Muhaimin juga melihat langsung pelatihan klasterisasi olahan hasil laut Mengare. Ia berdialog dengan nasabah PNM yang mengembangkan produk terasi sekaligus menggali dampak pelatihan dan pendampingan terhadap perkembangan usaha mereka.
Muhaimin menilai potensi ekonomi lokal, khususnya hasil laut, perlu terus dikembangkan sehingga masyarakat tidak hanya menjual hasil produksi dalam bentuk mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk dengan nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.
"Potensi lokal seperti hasil laut harus terus dikembangkan. Dengan pelatihan dan pendampingan, masyarakat bisa meningkatkan nilai tambah produknya dan memperkuat ekonomi keluarga," ucapnya.
Tak hanya menyasar pelaku usaha, pemberdayaan PNM juga diperluas kepada generasi berikutnya melalui program PNM Peduli. Salah satunya melalui Ruang Pintar Karya Agung di Desa Watuagung.
Fasilitas tersebut menyediakan pembelajaran tambahan secara gratis bagi 30 anak dari keluarga nasabah PNM Mekaar yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.
Kemudian, Muhaimin turut mengunjungi Ruang Pintar Karya Agung dan berdialog dengan orang tua serta anak-anak peserta didik. Ia menilai dukungan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi keluarga secara lintas generasi.
"Rumah pintar ini bagian penting dari tanggung jawab sosial. Ini membantu menambah ilmu pengetahuan anak-anak kita. Saya lihat anak-anaknya juga percaya diri," tuturnya.
Secara nasional, program Ruang Pintar telah tersedia di 169 titik. Muhaimin berharap PNM terus memperkuat pola pemberdayaan yang menggabungkan akses pembiayaan, pendampingan usaha, pengembangan potensi lokal, serta dukungan pendidikan.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah membangun masyarakat yang semakin mandiri dan berdaya, sekaligus memastikan penguatan ekonomi keluarga dapat dirasakan hingga generasi berikutnya.









