TVRINews, Tokyo
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menggelar rapat koordinasi bersama tiga Konsul Kehormatan (Konhor) Republik Indonesia di Jepang, yakni dari Nagoya, Sapporo, dan Fukuoka.
Pertemuan tersebut membahas penguatan pelayanan bagi warga negara Indonesia (WNI), perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah di Jepang, serta sejumlah program diplomasi di tingkat regional.
Rapat dipimpin Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir dan dihadiri Konsul Kehormatan RI di Nagoya Sugimoto Hideo, Konsul Kehormatan RI di Sapporo Nakayama Shigeru, serta Konsul Kehormatan RI di Fukuoka Ishibashi Kazuyuki.
Dalam pertemuan tersebut, KBRI Tokyo menilai peran konsul kehormatan semakin penting seiring meningkatnya jumlah WNI yang tinggal di berbagai prefektur di Jepang serta berkembangnya potensi kerja sama di tingkat daerah.
"Peran Konsul Kehormatan semakin strategis seiring meningkatnya jumlah WNI di berbagai prefektur dan semakin luasnya ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan di tingkat daerah," ujar Nurmala dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Kamis, 9 Juli 2026.
Salah satu program yang dibahas adalah pengembangan Indonesian Corner di kantor-kantor Konsul Kehormatan RI.
Fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang informasi yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Jepang melalui buku, materi edukasi, kerajinan tangan, serta berbagai informasi mengenai Indonesia.
Menurut Nurmala, pengembangan Indonesian Corner telah mulai diinisiasi bersama Konsul Kehormatan RI di Sapporo pada Juni 2026 dan diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain.
Selain itu, rapat juga membahas pentingnya peningkatan transfer pengetahuan dan teknologi dari Jepang kepada tenaga kerja Indonesia, khususnya yang mengikuti program Technical Intern Training Program (TITP), Specialized Skilled Worker (SSW), perawat, dan caregiver.
"Transfer teknologi dan pengetahuan dari Jepang kepada tenaga kerja kita sangat penting untuk mendukung agenda hilirisasi industri nasional. Mereka bukan hanya bekerja di Jepang, tetapi juga membawa pulang pengalaman, keterampilan, dan standar kerja yang dapat memperkuat daya saing Indonesia," kata Nurmala.
Pembahasan lainnya mencakup penguatan hubungan dengan pemerintah daerah dan parlemen lokal di Jepang. KBRI Tokyo mendorong perluasan komunikasi dengan pemerintah daerah, termasuk di wilayah Hokkaido, Aichi, dan Fukuoka, guna membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.
Di bidang pelayanan publik, KBRI Tokyo juga menekankan pentingnya peningkatan akses informasi layanan kekonsuleran bagi WNI yang tinggal di luar Tokyo.
Konsul Kehormatan diharapkan dapat menjadi titik layanan awal bagi masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan terkait dokumen keimigrasian dan layanan kekonsuleran lainnya.
Melalui koordinasi tersebut, KBRI Tokyo berharap pelaksanaan berbagai program diplomasi, pelayanan WNI, serta kerja sama daerah dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat Indonesia yang berada di berbagai wilayah Jepang.










