TVRINews, Jakarta
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya untuk turut mengawal kelancaran ekspor produk makanan siap saji (ready-to-eat) ke Arab Saudi pada musim haji 1447 Hijriah. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji asal Indonesia.
Atase Perdagangan RI di Riyadh, Zulvri Yenni, menyampaikan Kemendag telah memfasilitasi hambatan ekspor eksportir PT Halalan Thayyiban Indonesia (PT. HATI) dalam memasukkan hampir 360 ribu porsi makanan siap saji untuk kebutuhan di Tanah Suci.
Strategi yang ditempuh adalah mempercepat penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) Form B di Indonesia, mendorong diperpendeknya durasi pengujian sampel oleh Saudi Food and Drug Authority (SFDA), hingga mempercepat proses bea cukai di Arab Saudi.
“Kami terus mengawal dan memfasilitasi berbagai kendala teknis agar ekspor produk siap saji Indonesia dapat berjalan lancar. Langkah ini penting untuk memastikan terjaganya pasokan makanan bagi jemaah haji Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji,” kata Zulvri, dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Zulvri menuturkan produk yang diekspor terdiri atas makanan khas Indonesia seperti nasi sapi lada hitam, nasi daging balado, nasi gulai ayam, nasi opor ayam, nasi semur ayam, semur daging, rendang daging, dan daging balado.
Produk yang diekspor terdiri atas makanan khas Indonesia tersebut telah memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan sertifikasi kesehatan (health certificate) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk tersebut telah memasuki tahap pemeriksaan dan inspeksi barang di Bandar Udara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Menurut Zulvri, kebutuhan makanan siap saji bagi jamaah haji Indonesia setiap tahun cukup besar, semakin banyak jemaah haji Indonesia semakin banyak kebutuhan makanan siap saji minimal 1 juta porsi makanan siap saji. Kondisi ini pun menuntut kelancaran distribusi dan kepastian pasokan.
"Fasilitasi Kemendag dalam mengawal kelancaran ekspor makanan siap saji juga merupakan upaya memperkuat penetrasi produk halal dan makanan olahan Indonesia ke pasar Arab Saudi. Komitmen ini terus akan dilanjutkan untuk Haji tahun berikutnya," pungkasnya.










