TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II berjalan sesuai rencana tanpa ada proyek yang mangkrak. Program yang menjadi bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto itu ditargetkan rampung dan dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah lokasi pembangunan, Menteri PU turun langsung untuk mengecek progres di lapangan dan merespons berbagai tantangan teknis yang muncul dalam pengerjaan proyek serentak di berbagai daerah.
“Saya harus berkeliling langsung untuk memantau. Tidak hanya memantau, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan di lapangan yang kadang belum terpikirkan sebelumnya,” ujar Menteri Dody dalam keterangan yang dikutip, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ia mengakui pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tingkat kompleksitas tinggi lantaran dikerjakan di berbagai wilayah dengan karakteristik tantangan berbeda-beda.

(Foto: Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo [dok. Kementerian PU])
“Harus diakui memang pembangunan Sekolah Rakyat agak di luar perkiraan saya. Dengan komposisi profesional yang ada, seharusnya keterlambatan seperti sekarang ini tidak boleh terjadi. Tapi yang sudah ya sudahlah, sekarang tugas kita memastikan semuanya tetap selesai tepat waktu,” tegasnya.
Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian PU telah membentuk Satgas Percepatan dengan melibatkan Ditjen Cipta Karya, Ditjen Prasarana Strategis, serta sejumlah tenaga teknis tambahan dari pusat yang diterjunkan langsung ke lokasi proyek.
“Kita suntikkan personel teknis dari Jakarta di tiap titik agar benar-benar fokus menangani persoalan di lapangan dan memastikan progres berjalan,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU juga membuka peluang dukungan lintas sektor, termasuk kemungkinan melibatkan tenaga Zeni TNI AD di lokasi-lokasi tertentu demi mengatasi kendala teknis dan mempercepat pekerjaan konstruksi.
Hingga 20 Mei 2026, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi tercatat mencapai 59 persen. Pihak kementerian tetap menempatkan mutu konstruksi sebagai prioritas utama.
“Sekolah Rakyat ini disiapkan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu kualitas bangunannya juga harus benar-benar dijaga,” ujar Menteri Dody menegaskan.
Sekolah Rakyat Tahap II dibangun permanen di atas lahan 5–10 hektare milik pemerintah daerah dan dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, hingga asrama siswa dan guru.










