TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pengembangan industri semikonduktor nasional. Upaya ini diwujudkan melalui program pelatihan desain chip yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Program tersebut merupakan kerja sama antara Danantara Indonesia, Arm Ltd, Kemdiktisaintek, serta dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Pada tahap awal, sebanyak 1.000 peserta mengikuti pelatihan intensif yang difokuskan pada penguasaan teknologi desain semikonduktor.
Program ini ditargetkan terus berkembang hingga menjangkau 15.000 talenta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga profesional industri. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor teknologi tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa keberhasilan industri semikonduktor sangat ditentukan oleh kesiapan talenta nasional.
“Program ini adalah upaya membangun kepercayaan diri bangsa, bahwa Indonesia mampu bersaing dan masuk dalam industri teknologi maju,” ujarnya kutip Sabtu, 23 Mei 2026
Ia juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan teknologi nasional ke depan.
“Yang paling penting adalah sumber daya manusianya. Talenta-talenta muda inilah yang akan menjadi tulang punggung industri semikonduktor Indonesia di masa depan,” kata Brian.
Pengembangan sektor semikonduktor juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat hilirisasi industri dan transformasi digital.
Industri ini dinilai strategis karena menjadi dasar bagi berbagai teknologi modern seperti kecerdasan buatan, kendaraan listrik, hingga sistem komputasi canggih.
Selain pelatihan, pemerintah juga menyiapkan ajang “Indonesia 2026 Semiconductor Hackathon” yang akan melibatkan mahasiswa, peneliti, dan pelaku industri untuk mengembangkan inovasi desain chip di berbagai bidang, termasuk Internet of Things (IoT), energi pintar, dan pertanian cerdas.
Brian berharap program ini tidak hanya menghasilkan tenaga terampil, tetapi juga melahirkan pemimpin masa depan di sektor teknologi.
“Saya berharap lima sampai sepuluh tahun ke depan, peserta yang mengikuti program ini bisa menjadi pemimpin di industri semikonduktor nasional,” ujarnya.
Melalui penguatan kolaborasi antara pendidikan tinggi, riset, dan industri, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu mendorong kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.










