TVRINews, Jakarta
Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis pada perdagangan Kamis pagi, 21 Agustus 2025. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.06 WIB, rupiah berada di level Rp16.276,5 per dolar AS, turun 0,03 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS justru menguat tipis 0,06 persen ke posisi 98,27.
Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan fluktuatif, terutama setelah Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan. Pada perdagangan Rabu 20 Agustus 2025, rupiah ditutup melemah 0,16 persen ke level Rp16.271 per dolar AS, sejalan dengan penguatan indeks dolar 0,05 persen ke level 98,32.
Dari sisi kebijakan moneter, BI menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 19–20 Agustus 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi yang tetap terkendali, stabilitas nilai tukar rupiah, serta kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Penurunan suku bunga ini konsisten dengan rendahnya perkiraan inflasi 2025–2026 pada sasaran 2,5±1%, terjaganya stabilitas nilai tukar, dan perlunya mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Perry dalam keterangannya, dikutip Kamis, 21 Agustus 2025.
Sejalan dengan BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga dipangkas menjadi 4,25 persen dan Lending Facility diturunkan menjadi 5,75 persen. Perry menambahkan, BI masih membuka ruang pelonggaran suku bunga ke depan untuk mendorong pertumbuhan yang diproyeksikan berada di kisaran 4,6 persen hingga 5,4 persen pada tahun ini.
Di sisi lain, penguatan dolar AS terjadi terhadap sejumlah mata uang Asia, seperti dolar Taiwan (0,39 persen), rupee India (0,14 persen), dolar Singapura (0,03 persen), won Korea Selatan (0,04 persen), hingga dolar Australia (0,11 persen). Namun, dolar AS justru melemah tipis terhadap beberapa mata uang lain, antara lain peso Filipina (0,06 persen), yuan China (0,05 persen), ringgit Malaysia (0,11 persen), serta yen Jepang (0,01 persen).
Baca juga:










