TVRINews, Bali
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengambil langkah strategis di tingkat regional dengan menginisiasi Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) yang digelar di Bali.
Dalam forum tingkat tinggi tersebut, Indonesia tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah, tetapi juga menjadi penggerak kolaborasi dan fasilitator dialog antarnegara Asia Tenggara dalam bidang kepemudaan dan olahraga.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir mengatakan sektor pemuda dan olahraga memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan posisi kawasan di tingkat internasional.
“Negara-negara Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi tantangan bersama dalam mengembangkan sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga yang berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh di tengah perubahan sosial, teknologi, dan global yang pesat,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama, berbagi pengalaman, serta membangun dialog kebijakan antarnegara sesuai prioritas nasional masing-masing.
“Indonesia mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para Menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara ini, tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran bersama melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta dialog kebijakan guna meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai dengan prioritas nasional masing-masing,” ucap Erick,
Selain Menpora Erick selaku tuan rumah, hadir pula Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunai Darussalam Dato Nazmi Mohamad, Menteri Olahraga Filipina Jhon Patrick Gregorio, Ketua Komisi Pemuda Nasional Filipina Joseph Francisco Jeff Ortega, Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura David Neo, Menteri Pemuda,Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste Nelyo Isaac Sarmento,serta delegasi dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Republik Demokratik Rakyat Lao,Thailand, dan Vietnam.
Hasil konkret dari SEAMMYS 2026 adalah melahirkan Deklarasi Bali yang disepakati oleh seluruh negara di Asia Tenggara dan menyatakan 6 poin kesepakatan sebagai berikut:
1. Berbagi pandangan bahwa olahraga memainkan peran strategis dalam mendorong perdamaian dan persatuan kawasan, pembangunan berkelanjutan, masyarakat yang sehat, serta meningkatkan visibilitas internasional Asia Tenggara. Kami menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana untuk mempromosikan solidaritas, saling pengertian, dan keterlibatan konstruktif di antara masyarakat kami.
2. Mengakui perlunya memperkuat sistem olahraga prestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, kepelatihan, ilmu keolahragaan, serta identifikasi bakat. Dalam konteks ini, kami mengakui pentingnya meningkatkan relevansi ajang olahraga multi-cabang tingkat kawasan, termasuk SEA Games, dalam mendukung pembinaan atlet dan progres menuju kompetisi internasional tingkat lebih tinggi, dengan mempertimbangkan konteks nasional dan kerangka yang telah ada.
3. Menjelajahi pendekatan kolaboratif dan berbagi informasi antar negara Asia Tenggara terkait penyelenggaraan ajang olahraga internasional besar, dengan tujuan mendorong kapasitas dan kerja sama kawasan.
4. Menegaskan kembali nilai partisipasi dalam olahraga sebagai fondasi pengembangan bakat, kesehatan masyarakat, serta promosi toleransi, rasa hormat, inklusi sosial, perdamaian, dan integrasi melalui interaksi dan pemahaman yang lebih luas antar masyarakat negara-negara Asia Tenggara.
5. Menekankan pemberdayaan pemuda melalui penguatan kemitraan yang kokoh dengan para pemangku kepentingan terkait, guna memungkinkan generasi muda berkontribusi dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, inklusivitas, tanggung jawab bersama, dan pembangunan berkelanjutan.
6. Mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan masa depan dan inovasi di Asia Tenggara. Kami menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk pemuda rentan, melalui olahraga dan melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital, sehingga generasi muda dapat menjadi agen bagi kesejahteraan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam dunia yang dinamis yang terus dibentuk oleh teknologi yang berkembang, dengan karakter yang kuat dan tujuan yang jelas.










