TVRINews, Sumatera Utara
Sebuah minibus yang membawa satu keluarga ditabrak rangkaian kereta api di Kelurahan Sentang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. Kecelakaan tragis ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu pada Kamis pagi, 10 April 2025.
Menurut informasi dari Satlantas Polres Asahan, minibus tersebut datang dari Kota Medan dan tengah dalam perjalanan untuk mengunjungi keluarga di Kisaran. Saat melintas di perlintasan yang tidak dijaga, minibus bersamaan melaju dengan kereta api penumpang dari arah Rantau Prapat menuju Medan.
Kereta menghantam minibus dan menyeretnya sejauh sepuluh meter. Benturan keras itu mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia di lokasi. Sementara empat korban lainnya, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan.
AKP Resti, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Asahan, mengatakan, “Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Satuan Lalu Lintas Polres Asahan.”
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden maut di perlintasan kereta api tanpa palang pengaman. Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sekitar 60 persen dari seluruh perlintasan di Indonesia merupakan perlintasan liar atau tidak resmi. Banyak di antaranya tidak memiliki rambu, lampu peringatan, atau palang pengaman.
Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Djoko Setijowarno, menyebutkan bahwa perlintasan tanpa pengamanan menjadi salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Polres Asahan saat ini tengah menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan meminta keterangan dari para saksi. Imbauan juga diberikan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di rel kereta, khususnya di lokasi yang tidak memiliki pengamanan.










