TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi menegaskan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 akan difokuskan untuk merealisasikan hasil riset yang telah dilakukan pada 2025 melalui pengembangan produk unggulan di kawasan transmigrasi.
"TEP tahun ini untuk merealisasikan perintisan produk unggulan di kawasan transmigrasi," kata Viva Yoga dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Viva Yoga, seluruh program transmigrasi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, hasil tindak lanjut riset TEP diharapkan tidak hanya dimanfaatkan oleh Kementerian Transmigrasi, tetapi juga menjadi rekomendasi bagi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, kementerian terkait, hingga lembaga lainnya.
"Semua tindak lanjut hasil riset dapat bermanfaat buat pengembangan ekonomi, sosial, dan industri di kawasan transmigrasi," ujarnya.
TEP 2026 melibatkan 1.476 civitas akademika dari 10 perguruan tinggi, terdiri atas 39 guru besar, 158 doktor, 263 magister, dan 1.016 sarjana. Mereka akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi setelah mengikuti pembekalan.
Kemudian, Viva Yoga menjelaskan pembekalan diberikan agar anggota TEP memahami kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan politik di setiap kawasan transmigrasi yang memiliki karakteristik berbeda-beda.
Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar para peserta mampu beradaptasi dengan struktur sosial masyarakat, membangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, aparat pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Dengan begitu mereka langsung bisa melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi program yang dibawa dengan pemerintahan daerah," ucapnya.
Ia berharap keberadaan Tim Ekspedisi Patriot mampu menghadirkan inovasi, kreasi, dan proses pembelajaran yang mendorong perubahan sosial dan ekonomi masyarakat menjadi lebih produktif serta sejahtera.
Selain itu, keterlibatan kalangan akademisi diharapkan mampu menghasilkan pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis riset. Hasil kerja TEP nantinya juga akan menjadi rekomendasi dalam penyusunan program pembangunan kawasan transmigrasi pada tahap berikutnya.









