TVRINews, Jakarta
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi buka suara terkait pernyataannya dengan menggunakan istilah “londo ireng” yang belakangan menjadi sorotan. Ia menegaskan, istilah tersebut tidak ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan kepada kelompok tertentu yang dinilai kerap membangun narasi negatif mengenai kondisi Indonesia.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika pemerintah memiliki hak untuk merespons maupun mengkritik pihak-pihak yang terus melontarkan kritik. Kendati demikian, menurutnya, respons tersebut tidak diarahkan kepada seluruh masyarakat, melainkan kepada kelompok yang dianggap lebih sering memicu kegaduhan di ruang publik.
“Yang dimaksud bukan masyarakat secara umum. Itu ditujukan kepada kelompok-kelompok tertentu yang kami anggap seperti itu,” ujar Hasan kutip Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia mengatakan, penyebutan “londo ireng” hanyalah sebuah istilah untuk menggambarkan pihak-pihak yang dinilai lebih mengedepankan pesimisme daripada optimisme terhadap perkembangan bangsa.
Menurut Hasan, sebagian dari mereka bahkan berasal dari kalangan yang memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada publik. Meski demikian, ia menilai seluruh elemen masyarakat seharusnya memiliki semangat yang sama untuk menjaga persatuan.
Hasan berharap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi kegaduhan yang justru menghambat upaya membangun bangsa. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih mengedepankan kolaborasi dan memperkuat rasa optimistis terhadap masa depan Indonesia.
“Yang kita perlukan adalah memperbanyak kekompakan, bukan memperbesar kegaduhan. Optimisme harus terus dibangun agar kita semakin percaya diri menghadapi berbagai tantangan dan mampu membawa Indonesia maju lebih cepat,” tuturnya.









